SAUH BAGI JIWA
Dendam Hanya Menimbulkan Masalah Baru
Bacaan Alkitab Harian –
“Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: ‘Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh’”
“Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: ‘Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh’”
Dalam film layar lebar yang bergenre action, seringkali dikisahkan ada seorang tokoh protagonis yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari tokoh antagonis. Hal ini membuat tokoh protagonis tersebut melakukan pembalasan dendam. Dari film dengan cerita seperti ini, pembalasan dendam terlihat sebagai hal yang memang harus dilakukan kepada sang tokoh antagonis.
Namun, jika film ini dilanjutkan, kita dapat menemukan efek berantai dari pembalasan dendam yang dilakukan oleh tokoh utama. Pembalasan dendam tersebut justru dapat menciptakan tokoh antagonis berikutnya, yaitu seseorang yang ingin membalaskan dendam kepada tokoh utama. Sehingga pembalasan dendam ini akan menjadi sebuah siklus yang tidak akan pernah putus.
Alkitab mencatatkan sebuah kisah mengenai seseorang yang menaruh dendam yang sangat mendalam kepada orang lain, yaitu Esau yang mendendam pada Yakub. Dalam ayat bacaan kita pada hari ini, kita dapat melihat betapa besar dendam yang Esau miliki, bahkan ia sampai berencana untuk membunuh adiknya itu ketika ayahnya nanti meninggal.
Ribka akhirnya mengetahui dendam Esau dan rencananya untuk mencelakakan Yakub. Maka, Ribka menyuruh Yakub untuk segera pergi dari tempat itu agar menjauh dari Esau, sehingga niat buruk Esau itu tidak dapat dilakukan. Pada akhirnya, Yakub pun meninggalkan tempat itu dan meninggalkan keluarganya.
Dari kisah ini, kita dapat melihat bahwa dendam Esau pada akhirnya membuat dirinya memiliki niat buruk kepada adiknya sendiri. Dendam yang dipendam dalam hati memang dapat menjadi akar dan dorongan dalam diri kita untuk memunculkan niat buruk dan bahkan sampai benar-benar melaksanakan niat buruk itu.
Selain itu, dendam Esau pada akhirnya menimbulkan perpecahan di dalam keluarganya. Yang tadinya dapat tinggal bersama dengan damai menjadi harus tinggal terpisah. Dendam dalam hati tidak menimbulkan kebaikan apa-apa. Justru hanya menimbulkan perpecahan dan masalah baru lainnya.
Terkadang kita merasa bahwa perasaan dendam muncul juga karena perbuatan orang lain kepada kita, bukan kita yang berniat untuk memiliki perasaan dendam ini. Memang pada dasarnya, perasaan dendam bukanlah hal yang muncul dengan sendirinya. Ada perbuatan tidak menyenangkan dari orang lain yang pada akhirnya memunculkan rasa ini.
Namun, kita pun harus memahami bahwa apakah perbuatan tidak menyenangkan itu akan menjadi dendam atau tidak adalah tergantung kita. Kitalah yang menentukan apakah kita mau menyimpannya dalam hati atau tidak.
Marilah kita belajar dari teladan Tuhan Yesus ketika Ia berada di kayu salib (Luk 23:34). Perbuatan orang-orang yang mempermalukan dan menyalibkan Tuhan Yesus bisa saja menjadi dendam bagi Yesus kepada orang-orang itu. Tapi Ia memilih untuk memohon pengampunan bagi mereka, sehingga memutuskan rantai dendam yang dapat terjadi.
Ketika kita mendapatkan perbuatan tidak baik dari orang lain, kiranya kita dapat mempertimbangkan kembali apakah kita ingin menyimpannya menjadi dendam dalam hati kita. Karena dendam tidak mendatangkan kebaikan apa pun bagi kita, justru hanya menambah masalah bagi kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Yakub lari ke Mesopotamia
41 Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: ”Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh.”
42 Ketika diberitahukan perkataan Esau, anak sulungnya itu kepada Ribka, maka disuruhnyalah memanggil Yakub, anak bungsunya, lalu berkata kepadanya: ”Esau, kakakmu, bermaksud membalas dendam membunuh engkau.
43 Jadi sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku, bersiaplah engkau dan larilah kepada Laban, saudaraku, ke Haran,
44 dan tinggallah padanya beberapa waktu lamanya, sampai kegeraman
45 dan kemarahan kakakmu itu surut dari padamu, dan ia lupa apa yang telah engkau perbuat kepadanya; kemudian aku akan menyuruh orang menjemput engkau dari situ. Mengapa aku akan kehilangan kamu berdua pada satu hari juga?”
46 Kemudian Ribka berkata kepada Ishak: ”Aku telah jemu hidup karena perempuan-perempuan Het itu; jikalau Yakub juga mengambil seorang isteri dari antara perempuan negeri ini, semacam perempuan Het itu, apa gunanya aku hidup lagi?”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
