SAUH BAGI JIWA
Semangat Membabi Buta
Bacaan Alkitab Harian –
“Tetapi ibunya berkata kepadanya: ‘Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.’”
“Tetapi ibunya berkata kepadanya: ‘Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.’”
Hadirnya anak merupakan sebuah anugerah dalam kehidupan sebuah keluarga. Hal ini pula yang dirasakan oleh Ishak dan Ribka setelah penantian selama dua puluh tahun. Tuhan memberikan anak kembar kepada Ishak dan Ribka. Mereka dinamakan Esau dan Yakub.
Walaupun kembar, tapi mereka memiliki perawakan dan kegemaran yang berbeda. Badan Esau berbulu, sedangkan kulit Yakub licin. Esau pandai berburu dan suka tinggal di padang, sedangkan Yakub seorang yang tenang dan suka tinggal di kemah. Namun disayangkan, di antara mereka timbul sebuah persaingan tidak sehat untuk mendapatkan berkat. Terlebih lagi, ada juga perlakuan kasih yang berbeda dari orang tua kepada mereka. Dicatatkan bahwa Ishak sayang kepada Esau, sedangkan Ribka kasih kepada Yakub (Kej 25:28).
Tuhan memang telah berfirman kepada Ribka saat ia mengandung, bahwa yang tua, Esau, akan menjadi hamba bagi yang muda, Yakub. Namun tipu daya Ribka terhadap Ishak tidak membenarkan keyakinannya akan janji itu.
Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menyebutkan tentang saudara-saudara Israel yang punya semangat untuk Allah, tapi tidak mempunyai pengertian yang benar. Oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan karena mereka berusaha membangun kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Jadi semangat yang membabi buta ini membuat mereka menjadi memberontak terhadap kebenaran Allah.
Demikian pula yang terjadi pada diri Ribka. Karena semangat membabi buta yang dia miliki, yaitu agar Yakub diberkati oleh Ishak, Ribka membenarkan sikapnya sendiri untuk menipu suaminya dan mengajarkan anaknya untuk berbohong kepada ayahnya. Meskipun Allah telah menyatakan nubuat kepadanya, bukan berarti Ribka dapat menghalalkan segala cara–termasuk cara yang tidak baik–untuk mencapainya.
Saat ini, apakah karena semangat yang membabi buta ini, kita membenarkan diri untuk melakukan sesuatu yang salah di hadapan Allah? Apakah dengan semangat yang menyala-nyala ini, kita secara ambisius dan menghalalkan segala cara untuk mengejar hal tertentu di dalam gereja? Jangan sampai kita menjadi seperti Ribka, yang mungkin dengan alasan ingin melaksanakan rencana Tuhan, justru bertindak dengan cara yang tidak berkenan di hadapan-Nya.
Jangan sampai dengan semangat yang berkobar-kobar dalam melakukan pelayanan di gereja, kita justru jadi mengabaikan hubungan sosial kita dengan anggota keluarga. Kiranya kita tidak menegakkan kebenaran diri sendiri dengan semangat yang membabi buta ini. Giat untuk Allah itu sangat baik, namun harus tetap dibarengi dengan ketundukan dan ketaatan terhadap kebenaran Allah. Biarlah kita melayani Tuhan dengan hati yang benar dan cara yang benar, agar hidup kita sungguh berkenan kepada-Nya. Tuhan menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Yakub diberkati Ishak sebagai anak sulung
1 Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: ”Anakku.” Sahut Esau: ”Ya, bapa.”
2 Berkatalah Ishak: ”Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku.
3 Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang;
4 olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati.”
5 Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya,
6 berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: ”Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu:
7 Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan Tuhan, sebelum aku mati.
8 Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.
9 Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya.
10 Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati.”
11 Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: ”Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin.
12 Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat.”
13 Tetapi ibunya berkata kepadanya: ”Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.”
14 Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya.
15 Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
16 Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.
17 Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.
18 Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: ”Bapa!” Sahut ayahnya: ”Ya, anakku; siapakah engkau?”
19 Kata Yakub kepada ayahnya: ”Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku.”
20 Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: ”Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!” Jawabnya: ”Karena Tuhan, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku.”
21 Lalu kata Ishak kepada Yakub: ”Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan.”
22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: ”Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau.”
23 Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia,
24 tetapi ia masih bertanya: ”Benarkah engkau ini anakku Esau?” Jawabnya: ”Ya!”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
