SAUH BAGI JIWA
Damai Anugerah Tuhan
Bacaan Alkitab Harian –
“Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai”
“Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai”
Negara Indonesia berperan aktif dalam menciptakan dan menjaga perdamaian dunia, baik itu dalam menjalin hubungan internasional maupun berpartisipasi dalam organisasi internasional. Peran aktif Indonesia ini dibuktikan dengan misi pemeliharaan perdamaian bersama PBB. Indonesia berpartisipasi dalam mengirimkan kontingen misi Garuda, yaitu pasukan penjaga perdamaian yang anggotanya diambil dari militer Indonesia dan bertugas di bawah naungan PBB. Ada banyak lagi peran aktif negara ini dalam mendukung misi perdamaian dunia. Setiap anggota masyarakat di mana pun pasti mendambakan tempat dan lingkungan yang aman serta damai. Kedamaian dan ketentraman ini adalah anugerah Tuhan.
Ada nada-nada indah ketika kita menyanyikan pujian Damai Anugerah Tuhan dalam Kidung Rohani nomor 330. Salah satu penggalan liriknya berbunyi: Oh damai yang sungguh ajaib! Damai anugerah Tuhan! Lagu ini mengingatkan kita bahwa Yesuslah damai sejahtera kita (Ef 2:14). Merupakan sebuah anugerah Tuhan bila kita bisa merasakan rasa damai itu.
Ishak semakin berhasil dalam merintis kehidupannya di tanah Gerar. Ia mempunyai banyak ternak, anak buah, dan memiliki kekayaan yang berlimpah. Namun hal ini memicu kecemburuan dari orang-orang Filistin. Ketika masalah terjadi di situ, ia tidak mau bertengkar dengan orang Gerar dan berpindah dari situ ke Bersyeba. Tuhan menyertai dan memberkatinya.
Raja Abimelekh dari Gerar pun datang kepada Ishak karena melihat betapa Tuhan beserta dengan Ishak dan ia ingin mengadakan perjanjian damai dengannya. Meskipun sebelumnya Ishak dibenci dan disuruh keluar dari tanah Gerar, namun Ishak tidak menolak perjanjian damai yang raja orang Filistin tawarkan itu. Mereka mengikat janji satu sama lain dan rombongan Abimelekh pun meninggalkannya dengan damai. Sedangkan Ishak dan hamba-hambanya juga tidak mendapatkan gangguan ketika mereka menggali kembali sumur.
Ketika ada perdamaian, maka ada ketentraman. Namun setiap orang harus mengusahakannya. Kita harus berusaha untuk tidak mencari masalah, tidak iri hati, tidak menebar kebencian, dan belajar mengalah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita terkadang tersulut emosi karena perilaku orang lain yang jahat atau yang suka mengusik kita, misalnya dengan perkataan. Tapi, kita tidak boleh membalasnya karena kita harus menjaga lidah terhadap yang jahat dan bibir kita terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Seperti Tuhan Yesus, kita harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, serta harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya (1Ptr 3:10-11).
Mari kita belajar untuk meningkatkan kesabaran kita. Ciptakanlah nada-nada indah dalam kehidupan kita dengan mengusahakan hidup damai. Damai adalah sebuah anugerah Tuhan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Kejadian 26:26-35
26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.
27 Tetapi kata Ishak kepada mereka: ”Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?”
28 Jawab mereka: ”Kami telah melihat sendiri, bahwa Tuhan menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau,
29 bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati Tuhan.”
30 Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum.
31 Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai.
32 Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: ”Kami telah mendapat air.”
33 Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang.
34 Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.
35 Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
