SAUH BAGI JIWA
Menjadi Takut dan Berbohong
Bacaan Alkitab Harian –
“Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: ‘Dia saudaraku,’ sebab ia takut mengatakan: ‘Ia isteriku,’ karena pikirnya: ‘Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya’”
“Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: ‘Dia saudaraku,’ sebab ia takut mengatakan: ‘Ia isteriku,’ karena pikirnya: ‘Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya’”
Ketika anak-anak bertumbuh, kadang-kadang mereka berbohong kepada orang tua, salah satu alasannya adalah karena takut dimarahi. Mereka terkadang belum bisa membedakan mana yang benar dan salah. Mereka takut dihukum, sehingga mungkin itulah yang membuat mereka memilih untuk berbohong. Begitu pula dengan orang dewasa, terkadang berbohong menjadi pilihan untuk menghindari situasi sulit. Banyak orang takut mengatakan kebenaran karena rasa tidak nyaman dan untuk mencari aman. Mereka takut menghadapi situasi yang tidak menyenangkan setelah mengungkapkan kebenaran.
Dalam bacaan di atas, ketika Ishak tinggal di Gerar, Tuhan sudah berjanji kepada Ishak bahwa Ia akan menyertainya dan memberkatinya. Namun, ketika orang-orang Gerar bertanya-tanya tentang isterinya yang memiliki paras yang cantik, Ishak menjadi takut dan berbohong. Ia mengatakan bahwa Ribka adalah saudaranya. Ishak tidak berani mengungkapkan kebenaran karena ia takut hal tersebut akan membahayakan dirinya sendiri. Tapi ternyata kebohongan itu diketahui Abimelekh, raja Gerar, sehingga ia mendapatkan teguran yang cukup keras. Bersyukur pada Tuhan, Ishak masih mendapatkan perlindungan Tuhan meskipun ia sempat memilih jalan yang salah.
Melalui Alkitab, kita mengetahui bahwa Allah akan memelihara dan melindungi hidup kita. Tapi ketika kita menjalani kehidupan sehari-hari, ada banyak perkara yang dapat menggoyahkan pikiran kita tersebut. Ada ketakutan dan ancaman, sehingga kita seperti terdesak untuk memilih kebohongan. Seperti halnya Ishak, ancaman dari orang-orang Gerar tampaknya lebih nyata dari janji pemeliharaan Allah. Kesulitan atau ancaman yang kita hadapi pun menimbulkan rasa takut sehingga membuat kita memilih untuk menyembunyikan kebenaran.
Namun, Tuhan menghendaki kita untuk tetap percaya dan bersandar kepada-Nya. Ketika kita memilih untuk tetap berlaku jujur dalam segala situasi, kita sedang menunjukkan iman kita kepada Tuhan. Iman terhadap janji Allah bukanlah sekadar pengetahuan dalam pikiran atau pengakuan di mulut. Iman adalah keyakinan pada kepercayaan itu yang dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Rasul Yohanes dalam suratnya yang pertama mengatakan bahwa kita tahu apa itu kebenaran dan tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran (1Yoh 2:21). Tuhan ingin kita berlaku jujur, meskipun ada rasa takut yang mengancam.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin mengalami situasi di mana kejujuran terasa sulit—di tempat kerja, dalam keluarga, atau bahkan dalam pelayanan gereja. Namun, marilah kita ingat bahwa dengan tetap menyatakan kebenaran dan tidak berbohong, kehidupan kita akan menjadi hidup yang memuliakan Allah. Kiranya Tuhan beserta dengan kita dan menguatkan kita agar kita dapat menyatakan kebenaran serta menjauhi kebohongan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Ishak di negeri orang Filistin
Kejadian 26:1-11
1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. – Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
2 Lalu Tuhan menampakkan diri kepadanya serta berfirman: ”Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,
5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.”
6 Jadi tinggallah Ishak di Gerar.
7 Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: ”Dia saudaraku,” sebab ia takut mengatakan: ”Ia isteriku,” karena pikirnya: ”Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya.”
8 Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya.
9 Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: ”Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?” Jawab Ishak kepadanya: ”Karena pikirku: Jangan-jangan aku mati karena dia.”
10 Tetapi Abimelekh berkata: ”Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami.”
11 Lalu Abimelekh memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: ”Siapa yang mengganggu orang ini atau isterinya, pastilah ia akan dihukum mati.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
