SAUH BAGI JIWA
Pilih Kasih
Bacaan Alkitab Harian –
“Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub”
“Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub”
Suatu kali ada seorang anak kecil yang diberikan pertanyaan oleh beberapa orang dewasa yang tidak lain adalah teman-teman dari orang tuanya. Saat itu, teman papa-mamanya menanyakan, “Kamu lebih sayang papa atau mama?” Mendengar pertanyaan tersebut, anak kecil ini hanya terdiam saja. Ia bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan seperti itu. Jika kita cermati lebih lanjut pertanyaan tersebut, memang ini menjadi pertanyaan yang membingungkan. Kalau anak ini menjawab “papa”, mamanya yang juga menyayanginya mungkin akan menjadi sedih. Begitu pun sebaliknya jika anak ini menjawab “mama”. Sehingga pertanyaan tadi merupakan pertanyaan yang seharusnya tidak pernah ada dan tidak perlu ditanyakan kepada anak-anak.
Ketika kita memilih-milih dalam menyatakan rasa kasih dan sayang kita, maka selanjutnya akan terjadi permasalahan. Hal ini jugalah yang pernah terjadi dalam kehidupan rumah tangga Ishak dan Ribka. Ishak lebih mengasihi Esau, sedangkan Ribka lebih mengasihi Yakub. Di kemudian hari, ternyata hal ini menimbulkan permasalahan tersendiri dalam rumah tangga mereka. Terjadi perpecahan dalam rumah tangga mereka. Meskipun Esau dan Yakub adalah saudara kembar, tapi mereka tidak rukun satu dengan yang lain.
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan, kasih sesungguhnya tidaklah bersyarat. Terkhusus pada hari ini, kita diingatkan tentang mengasihi anggota keluarga kita. Bagi kita yang menjadi orang tua, mari berusaha sebaik mungkin untuk tidak pilih kasih kepada anak-anak kita. Nyatakanlah kasih kita kepada mereka sesuai dengan porsinya masing-masing, sehingga di kemudian hari tidak terjadi perpecahan di antara anak-anak kita.
Bagi kita dalam posisi anak, mari kita nyatakan kasih kita kepada orang tua kita sesuai dengan porsinya masing-masing juga. Seperti kita mengasihi ayah kita, kita juga harus mengasihi ibu kita. Jangan sampai kasih yang kita berikan itu berat sebelah. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menghormati kedua orang tua kita, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu” (Kel 20:12).
Pilih kasih bukan hanya terjadi dalam keluarga, tetapi juga dapat merambat ke kehidupan sehari-hari. Kita mungkin lebih mudah mengasihi orang yang berbuat baik kepada kita, dan sulit untuk menunjukkan kasih kepada mereka yang menyakiti kita. Namun, ini bukanlah kasih yang sejati. Kasih yang sejati adalah kasih yang tidak bersyarat, seperti yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. Firman Tuhan mengatakan, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39).
Tuhan sendiri mengasihi kita tanpa syarat. Kasih-Nya tidak memandang siapa diri kita, dan kasih ini seharusnya menjadi teladan bagi kita dalam menyatakan kasih kepada sesama. Dalam keluarga, gereja, dan kehidupan bermasyarakat, marilah kita belajar mengasihi tanpa pilih kasih. Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita untuk hidup di dalam kasih yang sejati ini. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Esau dan Yakub
19 Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak.
20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya.
21 Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; Tuhan mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.
22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: ”Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?” Dan ia pergi meminta petunjuk kepada Tuhan.
23 Firman Tuhan kepadanya:
”Dua bangsa ada dalam kandunganmu,
dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu;
suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain,
dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”
24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya.
25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
