SAUH BAGI JIWA
Mahkota Kemuliaan
“Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu“ (1 Petrus 5:4)
“Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu“ (1 Petrus 5:4)
Alkisah ada seorang arsitek yang bekerja di suatu perusahaan. Arsitek ini telah bekerja bertahun-tahun di tempat tersebut dan sudah memasuki usia pensiun, sehingga dia berencana untuk pensiun. Namun atasannya memberikan satu syarat kepadanya agar ia diperbolehkan untuk pensiun. Arsitek itu harus membangun sebuah rumah dalam waktu empat bulan dan ini akan menjadi proyek terakhirnya.
Arsitek itu sebenarnya agak kesal, karena dia berpikir mengapa harus dia yang mengerjakan proyek ini, padahal masih ada banyak arsitek lainnya. Namun karena arsitek itu ingin lekas pensiun, dia berkata bahwa dia akan menyelesaikan proyek tersebut, bahkan hanya dalam waktu dua bulan. Dalam proses membangun rumah, dia tidak bersungguh-sungguh dalam mengerjakan proyek ini. Hal itu dapat dilihat dengan bahan bangunan yang dia gunakan, yaitu bahan dengan kualitas rendah. Rumah itu pun akhirnya dikerjakan “sejadinya”.
Ketika rumah itu telah selesai, tibalah waktunya untuk mengadakan pesta perpisahan arsitek tersebut. Alangkah terkejutnya arsitek tersebut ketika atasannya mengumumkan bahwa rumah yang baru saja dia selesaikan adalah ternyata hadiah perpisahan untuknya. Kalau saja dia mengerjakan pekerjaannya itu dengan sepenuh hati, dia akan mendapatkan rumah mewah dan nyaman. Namun sekarang dia hanya bisa gigit jari.
Saudara, selain kita mempunyai pekerjaan duniawi, kita juga mempunyai pelayanan yang kita lakukan di gereja. Mungkin ada banyak di antara kita yang ketika mendapatkan tugas di dalam pelayanan mengeluh, ‘Kenapa saya lagi, saya lagi? Kenapa harus saya yang ditugaskan, bukan dia?’ Pada akhirnya, kualitas pelayanan kita pun mungkin menjadi mundur atau kurang maksimal.
Tapi sebenarnya, ketika kita melakukan pekerjaan kudus atau pelayanan, sesungguhnya kita sedang melayani Raja di atas segala raja. Pelayanan untuk Tuhan adalah pekerjaan yang sangat berharga di mata-Nya. Pada saat kita dipilih oleh gereja untuk terlibat di dalam pelayanan, apakah kita menganggap itu sebagai sesuatu yang berharga? Apakah kita menganggap itu sebagai sesuatu yang sangat penting dan apakah kita mau melakukannya dengan bersungguh-sungguh? Pelayanan di gereja dapat berupa berkhotbah, mengajar, memimpin pujian, menyiapkan konsumsi, membersihkan gereja, dan masih ada banyak pelayanan lainnya. Apa pun pelayanan yang kita miliki, lakukanlah dengan bersungguh-sungguh. Jika kita melakukannya dengan segenap hati, maka nantinya kita akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?

Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 1-2 Maret 2025
1. Bacalah renungan “MAHKOTA KEMULIAAN”
2. Dibandingkan dengan studi atau pekerjaan, bagaimana kita juga dapat melihat pelayanan sebagai hal yang penting dan berharga?
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat melakukan setiap pelayanan dengan sungguh-sungguh.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.