SAUH BAGI JIWA
Tuhan Membuatku Berhasil
Bacaan Alkitab Harian –
“Tetapi jawabnya kepada mereka: ‘Janganlah tahan aku, sedang Tuhan telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku’” (Kejadian 24:56)
“Tetapi jawabnya kepada mereka: ‘Janganlah tahan aku, sedang Tuhan telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku’” (Kejadian 24:56)
Tidak sedikit orang beranggapan bahwa ciri-ciri seseorang yang akan berhasil dalam setiap pekerjaannya adalah dilihat dari komitmennya yang tinggi. Komitmen yang tinggi menunjukkan bahwa seseorang adalah orang yang berkompeten, bertanggung jawab, dan juga memiliki karakter yang baik. Tanpa komitmen, pekerjaan yang dipercayakan kepada kita mungkin tidak dapat terselesaikan dengan baik.
Di dalam Alkitab, kita dapat menemukan seseorang yang bersikap demikian. Dia adalah seorang hamba yang terkenal setia kepada tuannya, Abraham. Meskipun namanya tidak dicatatkan, kita dapat belajar banyak dari dirinya. Hamba Abraham mengerjakan seluruh pekerjaannya tanpa menyimpang. Dia adalah seorang hamba yang kompeten, bertanggung jawab, dapat dipercaya, dan mungkin memiliki karakter yang baik. Dia berhasil mengerjakan tugas pekerjaan yang dipercayakan tuannya kepadanya dengan baik.
Namun tidak hanya itu, hamba ini juga adalah hamba yang setia kepada Tuhan. Dia tetap mengingat Tuhan dalam hasil pekerjaannya itu. Dia katakan, “Tuhan telah membuat perjalananku berhasil” setelah dia berhasil menemukan jodoh untuk Ishak. Dia tahu bahwa keberhasilannya itu bukanlah karena usahanya semata-mata, tapi karena campur tangan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan kita kepada Tuhan juga tercermin dari bagaimana kita mengakui bahwa segala hasil baik yang kita terima adalah berasal dari-Nya.
Dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, apakah kita juga mau mengakui bahwa Tuhanlah yang membuat pekerjaan kita berhasil? Tidak sedikit orang yang mungkin akan lupa dengan Tuhan. Hal yang mereka ingat adalah mereka telah berjerih lelah dan hasil pekerjaan mereka adalah hasil dari kerja keras mereka sendiri. Padahal tanpa adanya campur tangan Tuhan, kita tidak dapat melakukan apa-apa. Manusia bisa memikirkan apa yang hendak dilakukan, tapi Tuhanlah yang menentukan arah langkah kita (Ams 16:9).
Di sisi lain, meskipun kita memiliki keterampilan yang baik dan tanggung jawab yang tinggi, kita tetap perlu ingat bahwa sikap hati kita di hadapan Tuhan adalah hal yang penting. Kita mungkin dapat melakukan pekerjaan kita dengan setia dan kompeten. Kita juga mungkin bisa menjadi orang yang sangat dipercaya dalam mengerjakan pekerjaan kita. Tapi kiranya dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, kita tetap setia dan tidak melupakan Tuhan.
Marilah kita ingat bahwa setiap hasil pekerjaan kita adalah karena Allah, bukan semata-mata karena kekuatan kita. Setiap langkah, setiap keberhasilan, dan setiap proses yang kita jalani adalah atas izin Tuhan yang mengatur segalanya. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
50
Lalu Laban dan Betuel menjawab: “Semuanya ini datangnya dari TUHAN; kami tidak dapat mengatakan kepadamu baiknya atau buruknya.
51Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia dan pergilah, supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.”
52Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.
53Kemudian hamba itu mengeluarkan perhiasan emas dan perak serta pakaian kebesaran, dan memberikan semua itu kepada Ribka; juga kepada saudaranya dan kepada ibunya diberikannya pemberian yang indah-indah.
54Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ.
Paginya sesudah mereka bangun, berkatalah hamba itu: “Lepaslah aku pulang kepada tuanku.”
55Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: “Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi.”
56Tetapi jawabnya kepada mereka: “Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku.”
57Kata mereka: “Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan kepadanya sendiri.”
58Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: “Maukah engkau pergi beserta orang ini?” Jawabnya: “Mau.”
59Maka Ribka, saudara mereka itu, dan inang pengasuhnya beserta hamba Abraham dan orang-orangnya dibiarkan mereka pergi.
60Dan mereka memberkati Ribka, kata mereka kepadanya: “Saudara kami, moga-moga engkau menjadi beribu-ribu laksa, dan moga-moga keturunanmu menduduki kota-kota musuhnya.”
61Lalu berkemaslah Ribka beserta hamba-hambanya perempuan, dan mereka naik unta mengikuti orang itu. Demikianlah hamba itu membawa Ribka lalu berjalan pulang.
62Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb.
63Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.
64Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya.
65Katanya kepada hamba itu: “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?” Jawab hamba itu: “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.
66Kemudian hamba itu menceritakan kepada Ishak segala yang dilakukannya.
67Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
