SAUH BAGI JIWA
Diam dan Amati
Bacaan Alkitab Harian –
DIAM DAN AMATI
“Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah Tuhan membuat perjalanannya berhasil atau tidak” (Kejadian 24:21)
DIAM DAN AMATI
“Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah Tuhan membuat perjalanannya berhasil atau tidak” (Kejadian 24:21)
Seorang karyawan yang baru pertama kali masuk ke dalam kantor biasanya akan diberikan pengarahan terlebih dahulu oleh para atasan atau rekan kerjanya. Ia tidak bisa langsung melakukan tugas pekerjaannya semaunya. Ia harus diam dan mengamati arahan terlebih dahulu agar dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan sesuai dengan apa yang diminta oleh perusahaan.
Hamba Abraham diminta untuk mencarikan calon istri Ishak. Di dalam perjalanannya itu, ia berdoa kepada Tuhan agar tujuannya dapat tercapai pada hari itu. Ia juga memohon kepada Tuhan agar menunjukkan perempuan yang Tuhan pilih dengan suatu deskripsi: memberikannya minum ketika diminta dan memberikan minum unta-untanya juga. Sebelum ia selesai berkata, datanglah seorang gadis cantik dan gadis itu melakukan tepat seperti apa yang hamba Abraham mohonkan. Gadis yang bernama Ribka itu memberikannya minum dan memberikan unta-untanya juga minum.
Tentu gadis ini adalah pilihan Tuhan, bukan? Meskipun tampak sangat jelas, hamba Abraham dituliskan mengamat-amati dengan berdiam diri. Hamba tersebut mengamati Ribka untuk memperhatikan perbuatannya, apakah sesuai dengan doa permohonannya kepada Allah. Ia juga tetap diam untuk mengetahui apakah Tuhan memberkati perjalanannya itu. Ia tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai gadis tersebut. Hamba Abraham memilih untuk berdiam diri dan dengan sabar memperhatikan bagaimana Allah menyatakan pimpinan-Nya pada waktu-Nya.
Sikap hamba Abraham ini dapat kita jadikan sebagai sebuah pengajaran bagi kita dalam kehidupan rohani. Sama sepertinya, kita juga pasti pernah berdoa dan memohonkan akan sesuatu kepada Tuhan. Tapi, terkadang, setelah kita berdoa, kita masih tidak sabar menunggu pimpinan Tuhan. Sehingga kita berlaku sesuai dengan kehendak dan akal pikir kita sendiri. Karena terburu-buru mengambil keputusan, kita melewatkan tahapan untuk memastikan apakah hal tersebut benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak.
Misalnya, saat menghadapi pilihan pekerjaan. Kita mungkin berdoa meminta Tuhan menunjukan jalan. Kemudian ada tawaran pekerjaan datang dengan gaji tinggi atau tampak menjanjikan, kita langsung menerimanya tanpa benar-benar mencari tahu apakah pekerjaan itu sesuai dengan rencana Tuhan atau tidak.
Sikap hamba Abraham ini mengajarkan kita pentingnya kesabaran, kepercayaan penuh kepada Tuhan, dan kerendahan hati untuk menunggu jawaban Tuhan. Ia tidak hanya berdoa, tapi juga melakukan usaha, dan setelah itu mengamati serta memastikan apakah hal yang ada di depannya sudah sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika kita menghadapi keputusan besar, kiranya kita dapat mengikuti teladannya ini. Kita mau berdoa, berusaha, berserah, dan memastikan apakah hal tersebut adalah kehendak Tuhan atau bukan. Pengamatan seperti ini akan mencegah kita dari sikap terburu-buru dan mendahului waktu Allah. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
15
Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya.
16Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.
17Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.”
18Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
19Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.”
20Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.
21Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.
22Setelah unta-unta itu puas minum, maka orang itu mengambil anting-anting emas yang setengah syikal beratnya, dan sepasang gelang tangan yang sepuluh syikal emas beratnya,
23serta berkata: “Anak siapakah engkau? Baiklah katakan kepadaku! Adakah di rumah ayahmu tempat bermalam bagi kami?”
24Lalu jawabnya kepadanya: “Ayahku Betuel, anak Milka, yang melahirkannya bagi Nahor.”
25Lagi kata gadis itu: “Baik jerami, baik makanan unta banyak pada kami, tempat bermalam pun ada.”
26Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN,
27serta berkata: “Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!”
28Berlarilah gadis itu pergi menceritakan kejadian itu ke rumah ibunya.
29Ribka mempunyai saudara laki-laki, namanya Laban. Laban berlari ke luar mendapatkan orang itu, ke mata air tadi,
30sesudah dilihatnya anting-anting itu dan gelang pada tangan saudaranya, dan sesudah didengarnya perkataan Ribka, saudaranya, yang bunyinya: “Begitulah dikatakan orang itu kepadaku.” Ia mendapatkan orang itu, yang masih berdiri di samping unta-untanya di dekat mata air itu,
31dan berkata: “Marilah engkau yang diberkati TUHAN, mengapa engkau berdiri di luar, padahal telah kusediakan rumah bagimu, dan juga tempat untuk unta-untamu.”
32Masuklah orang itu ke dalam rumah. Ditanggalkanlah pelana unta-unta, diberikan jerami dan makanan kepada unta-unta itu, lalu dibawa air pembasuh kaki untuk orang itu dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia.
33Tetapi ketika dihidangkan makanan di depannya, berkatalah orang itu: “Aku tidak akan makan sebelum kusampaikan pesan yang kubawa ini.” Jawab Laban: “Silakan!”
34Lalu berkatalah ia: “Aku ini hamba Abraham.
35TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai.
36Dan Sara, isteri tuanku itu, sesudah tua, telah melahirkan anak laki-laki bagi tuanku itu; kepada anaknya itu telah diberikan tuanku segala harta miliknya.
37Tuanku itu telah mengambil sumpahku: Engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan, yang negerinya kudiami ini,
38tetapi engkau harus pergi ke rumah ayahku dan kepada kaumku untuk mengambil seorang isteri bagi anakku.
39Jawabku kepada tuanku itu: Mungkin perempuan itu tidak mau mengikut aku.
40Tetapi katanya kepadaku: TUHAN, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, sehingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku.
41Barulah engkau lepas dari sumpahmu kepadaku, jika engkau sampai kepada kaumku dan mereka tidak memberikan perempuan itu kepadamu; hanya dalam hal itulah engkau lepas dari sumpahmu kepadaku.
42Dan hari ini aku sampai ke mata air tadi, lalu kataku: TUHAN, Allah tuanku Abraham, sudilah kiranya Engkau membuat berhasil perjalanan yang kutempuh ini.
43Di sini aku berdiri di dekat mata air ini; kiranya terjadi begini: Apabila seorang gadis datang ke luar untuk menimba air dan aku berkata kepadanya: Tolong berikan aku minum air sedikit dari buyungmu itu,
44dan ia menjawab: Minumlah, dan untuk unta-untamu juga akan kutimba air, — dialah kiranya isteri, yang telah TUHAN tentukan bagi anak tuanku itu.
45Belum lagi aku habis berkata dalam hatiku, Ribka telah datang membawa buyung di atas bahunya, dan turun ke mata air itu, lalu menimba air. Kataku kepadanya: Tolong berikan aku minum.
46Segeralah ia menurunkan buyung itu dari atas bahunya serta berkata: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum. Lalu aku minum, dan unta-unta itu juga diberinya minum.
47Sesudah itu aku bertanya kepadanya: Anak siapakah engkau? Jawabnya: Ayahku Betuel anak Nahor yang dilahirkan Milka. Lalu aku mengenakan anting-anting pada hidungnya dan gelang pada tangannya.
48Kemudian berlututlah aku dan sujud menyembah TUHAN, serta memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang telah menuntun aku di jalan yang benar untuk mengambil anak perempuan saudara tuanku ini bagi anaknya.
49Jadi sekarang, apabila kamu mau menunjukkan kasih dan setia kepada tuanku itu, beritahukanlah kepadaku; dan jika tidak, beritahukanlah juga kepadaku, supaya aku tahu entah berpaling ke kanan atau ke kiri.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
