SAUH BAGI JIWA
Sampai Akhir Hidup
Bacaan Alkitab Harian –
“Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu” (Kejadian 23:4)
“Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu” (Kejadian 23:4)
Abraham adalah seorang yang beriman dan bersahabat dengan Allah. Ia memiliki sebuah perjalanan iman yang begitu bergejolak di kehidupannya, terdapat pasang dan surut dalam keimanannya. Salah satu duka terdalam yang dia alami merupakan kematian Sara, istri yang dicintainya, yang juga merupakan ibu dari anak perjanjian.
Sara mati di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan. Setelah meratapi dan menangisinya, Abraham bangkit dan berkata kepada bani Het untuk memberikan kuburan di tanah itu agar dia dapat menguburkan Sara. Pada akhirnya, Abraham menguburkan Sara, istrinya itu, di dalam gua ladang Makhpela, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan.
Keputusan Abraham menguburkan Sara di tanah Kanaan ini menunjukkan imannya. Di pasal sebelumnya, pengujian Abraham membuktikan bahwa ia takut akan Allah dan percaya pada janji-Nya. Ia tidak ragu untuk mempersembahkan Ishak, anaknya, ketika mendapatkan perintah tersebut. Lalu, keputusan untuk menguburkan Sara di tanah Kanaan ini menunjukkan keyakinan Abraham yang kuat pada janji Allah dan penegasan-Nya akan janji-janji-Nya, meskipun ia dan istrinya adalah pendatang dan orang asing. Abraham percaya bahwa tanah itu adalah tanah perjanjian yang Allah telah berikan kepadanya.
Pada hari ini, kita mengetahui bahwa sesungguhnya kita juga merupakan keturunan dari Abraham secara rohani. Penulis Surat Galatia 3:29 mencatatkan, “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” Kita mengetahui bahwa tanah Kanaan merupakan sebuah tanah air surgawi secara rohani bagi kita. Artinya, tanah surgawi itu juga dijanjikan bagi kita setelah kesudahan dunia ini jika kita benar-benar beriman kepada janji Allah ini. Selain itu, kita juga perlu hidup bersungguh-sungguh seperti Abraham.
Sebagai seorang Kristen, sebuah renungan untuk kita adalah apakah perjalanan kehidupan kita di dunia ini seperti Abraham yang dekat dengan Allah? Pasang dan surut keimanan mungkin terjadi di kehidupan kita. Walaupun begitu, kita harus tetap bertekun kepada Tuhan sampai akhir hidup kita agar dapat masuk ke dalam tanah air surgawi.
Bagi kita yang telah mendapatkan janji tersebut, sesungguhnya kehidupan kita seperti Abraham dan Sara. Kita hidup mengembara dengan tidak tahu akan berjalan dan beristirahat di mana, namun satu hal yang diketahui adalah kita akan berakhir di tanah yang telah dijanjikan, yaitu tanah air surgawi.
Maka, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, peganglah janji yang telah kita terima ini. Kuatkanlah iman kita dan bertahanlah sampai akhir hidup agar kita bisa mendapatkan akhir yang paling bahagia untuk setiap anak Allah, yaitu masuk ke dalam kerajaan-Nya. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
1
Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara.
2Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.
3Sesudah itu Abraham bangkit dan meninggalkan isterinya yang mati itu, lalu berkata kepada bani Het:
4“Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu.”
5Bani Het menjawab Abraham:
6“Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorang pun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu.”
7Kemudian bangunlah Abraham lalu sujud kepada bani Het, penduduk negeri itu,
8serta berkata kepada mereka: “Jika kamu setuju, bahwa aku mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu, maka dengarkanlah aku dan tolonglah mintakan dengan sangat kepada Efron bin Zohar,
9supaya ia memberikan kepadaku gua Makhpela miliknya itu, yang terletak di ujung ladangnya; baiklah itu diberikannya kepadaku dengan harga penuh untuk menjadi kuburan milikku di tengah-tengah kamu.”
10Pada waktu itu Efron hadir di tengah-tengah bani Het. Maka jawab Efron, orang Het itu, kepada Abraham dengan didengar oleh bani Het, oleh semua orang yang datang di pintu gerbang kota:
11“Tidak, tuanku, dengarkanlah aku; ladang itu kuberikan kepadamu dan gua yang di sana pun kuberikan kepadamu; di depan mata orang-orang sebangsaku kuberikan itu kepadamu; kuburkanlah isterimu yang mati itu.”
12Lalu sujudlah Abraham di depan penduduk negeri itu
13serta berkata kepada Efron dengan didengar oleh mereka: “Sesungguhnya, jika engkau suka, dengarkanlah aku: aku membayar harga ladang itu; terimalah itu dari padaku, supaya aku dapat menguburkan isteriku yang mati itu di sana.”
14Jawab Efron kepada Abraham:
15“Tuanku, dengarkanlah aku: sebidang tanah dengan harga empat ratus syikal perak, apa artinya itu bagi kita? Kuburkan sajalah isterimu yang mati itu.”
16Lalu Abraham menerima usul Efron, maka ditimbangnyalah perak untuk Efron, sebanyak yang dimintanya dengan didengar oleh bani Het itu, empat ratus syikal perak, seperti yang berlaku di antara para saudagar.
17Demikianlah ladang Efron, yang letaknya di Makhpela di sebelah timur Mamre, ladang dan gua yang di sana, serta segala pohon di ladang itu, bahkan di seluruh tanah itu sampai ke tepi-tepinya,
18diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota.
19Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan.
20Demikianlah dari pihak bani Het ladang dengan gua yang ada di sana diserahkan kepada Abraham menjadi kuburan miliknya.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
