SAUH BAGI JIWA
Kesadaran akan Dosa
Bacaan Alkitab Harian –
“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa” (1 Timotius 1:15)
“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa” (1 Timotius 1:15)
Adalah baik jika seseorang bisa sadar diri. Ini berlaku dalam berbagai aspek kehidupan kita. Contohnya, orang yang tahu batas kemampuan finansialnya tidak akan membeli barang atau memakai uang secara boros. Tentu ini adalah hal yang baik, sebab dapat menghindarkannya dari kemiskinan. Orang yang tahu bahwa keluarganya memiliki riwayat penyakit diabetes juga seharusnya memperhatikan pola makannya dan mengurangi konsumsi gula. Ini juga baik, karena dapat mengurangi risikonya untuk menderita penyakit yang sama.
Demikian pula dengan kesadaran akan dosa. Kesadaran akan dosa dapat memotivasi seseorang untuk menghargai kasih Tuhan, tidak menjadi sombong, dan lebih banyak melayani serta berbuat baik. Inilah yang dirasakan oleh Rasul Paulus. Dia merasa dirinya telah melakukan banyak dosa, karena sebelum mengenal Tuhan Yesus, dia telah banyak berbuat jahat terhadap para pengikut Tuhan Yesus. Dia menyesali perbuatannya. Dia tahu bahwa dia telah melakukan dosa yang sangat besar. Dia mengakui hal tersebut, sehingga dia berkata bahwa dari antara orang-orang berdosa, dia adalah yang paling berdosa.
Kesadaran Paulus akan dosanya yang sangat besar ini menginsafkannya akan kasih Tuhan. Tuhan tidak membalas kejahatannya dengan hukuman berat, melainkan dengan kasih. Tuhan mengampuni kesalahannya, menunjukkan kepadanya jalan yang benar, dan bersedia memakainya sebagai alat kemuliaan Tuhan.
Semua ini pasti membuat Paulus merasa terharu dan banyak berutang kepada Tuhan. Hal ini jugalah yang membuatnya tidak menjadi sombong. Berdasarkan kualifikasinya, Paulus tentu jauh lebih unggul dari semua rasul. Dia adalah warga negara Rum dan dididik oleh Gamaliel–seorang guru besar di zamannya. Namun Paulus tidak menjadi sombong. Setelah mengenal Kristus, dia tidak memegahkan kelebihan-kelebihan duniawinya (Flp 3:8).
Selain itu, perasaan berutang terhadap Tuhan memotivasinya untuk mempersembahkan segenap hidupnya bagi Tuhan. Dia telah bekerja lebih keras dari pada rasul lainnya (1 Kor 15:10). Paulus bahkan rela untuk tidak menikah demi pekerjaan Tuhan. Dia juga telah menempuh perjalanan ribuan mil selama bertahun-tahun. Dia rela menderita, dihina, bahkan dianiaya demi Kristus. Semua itu diawali dari kesadarannya akan dosanya yang sangat besar terhadap Tuhan.
Kita pun adalah orang-orang berdosa. Apakah kita menyadari keberadaan kita yang berdosa ini? Tanpa kasih dan pengorbanan dari Tuhan Yesus, kita akan binasa. Oleh karena itu, kita dapat belajar dari Rasul Paulus. Kiranya kesadaran sebagai orang berdosa yang terampuni oleh kasih Tuhan ini dapat memotivasi kita juga untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih banyak melayani Tuhan serta sesama. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 1:12-17
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Ucapan syukur atas kasih karunia Allah
12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku –
13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ