SAUH BAGI JIWA
Hal yang Menggembirakan
Bacaan Alkitab Harian –
“Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami” (1 Tesalonika 2:20)
“Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami” (1 Tesalonika 2:20)
Semua orang ingin bahagia. Dan di dalam dunia ini ada banyak sekali hal yang dapat membuat kita merasa gembira. Beberapa contohnya antara lain adalah: ketika kita berhasil menggapai cita-cita, ketika kita melakukan hobi atau kegemaran, ataupun ketika kita melihat orang lain senang. Ya, dalam beberapa waktu, kita dapat merasa senang ketika melihat orang lain senang. Misalnya, apabila orang tua melihat anaknya senang, kemungkinan besar mereka pun akan ikut senang.
Rasul Paulus dalam suratnya di Tesalonika juga terlihat begitu senang dengan mengetahui kondisi kerohanian jemaat di Tesalonika. Dituliskan dalam
Apa alasannya? Ayat 13-14 mencatatkan: “sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu,…sebagai firman Allah…Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita…” Paulus dan rekan-rekannya mengucap syukur karena jemaat di Tesalonika telah menerima firman Allah dan telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah.
Selain bersukacita, mereka juga menyampaikan perasaan rindu kepada jemaat di Tesalonika. Dituliskan bahwa meskipun mereka jauh di mata, tapi tidak jauh di hati. Paulus dan rekan-rekannya telah berusaha untuk datang menjenguk mereka, tapi Iblis mencegah mereka.
Setelah kita membaca isi surat ini, kita dapat melihat sebuah gambaran hati seorang pelayan Tuhan yang benar. Paulus dan rekan-rekannya tidak hanya menyampaikan firman atau melakukan tugas, tapi benar-benar mengasihi jiwa-jiwa yang dilayani. Dengan demikian, ketika mereka melihat jemaat di Tesalonika hidup dekat dengan Tuhan, mereka pun ikut bersukacita.
Pada hari ini, apakah hal yang menjadi sukacita kita? Apakah sekadar hal duniawi, seperti pencapaian, kenyamanan, dan hiburan? Atau apakah kita juga memiliki sukacita rohani, yaitu sukacita ketika melihat seseorang bertobat, bertumbuh dalam iman, dan semakin mengasihi Tuhan?
Marilah kita belajar dari tokoh Paulus dan rekan-rekannya yang begitu mengasihi jemaat. Dari mereka, kita dapat belajar untuk turut memedulikan iman kerohanian sesama jemaat. Kita dapat memberikan bantuan kepada mereka yang sepertinya memerlukan perhatian. Selain itu, kita dapat menyambut kehadiran mereka di gereja dengan hangat. Berikan juga kekuatan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.
Sehingga, kiranya dengan melihat semua jemaat dapat berdiri teguh dalam iman hingga kedatangan Tuhan nanti, kita dapat turut bersukacita dan mengucap syukur. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Tesalonika 2:13-20
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Sukacita atas jemaat
13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi – dan memang sungguh-sungguh demikian – sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
14 Sebab kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang Yahudi.
15 Bahkan orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi,
16 karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.
17 Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.
18 Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu – aku, Paulus, malahan lebih dari sekali –, tetapi Iblis telah mencegah kami.
19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ