SAUH BAGI JIWA
Hidup yang Berpusat pada Kristus
Bacaan Alkitab Harian –
“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” (Kolose 3:17)
“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” (Kolose 3:17)
Pada zaman dahulu, orang-orang menganggap bahwa bumi inilah pusat dari alam semesta. Mengapa? Karena ketika tinggal di bumi, orang-orang merasakan bahwa planet ini diam, sedangkan mataharilah yang bergerak dari timur ke barat. Setelah berabad-abad kemudian, barulah manusia menyadari bahwa justru bumi inilah yang mengitari matahari. Yang menjadi pusat tata surya kita bukanlah bumi, melainkan matahari.
Demikianlah di dalam kehidupan manusia. Banyak orang mengira bahwa diri merekalah yang menjadi pusat dari kehidupan. Apa pun yang mereka rencanakan, yang mereka kerjakan, dan yang mereka cita-citakan, semuanya adalah demi diri mereka dapat meraih kebahagiaan di dalam dunia ini.
Namun, dari perikop yang telah kita baca hari ini, kita dapat melihat lebih dalam, bahwa pusat kehidupan manusia sesungguhnya bukanlah diri kita sendiri, melainkan Tuhan. Rasul Paulus mengingatkan, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus.”
Ayat ini bukan berarti secara harfiah kita perlu mengucapkan ‘dalam nama Tuhan Yesus’ ketika melakukan segala sesuatunya. Ayat ini mengingatkan kita agar di dalam melakukan segala sesuatunya, kita perlu mengingat dan mempertimbangkan: apakah hal itu pantas untuk kita lakukan sebagai pengikut Kristus; apakah nama Tuhan akan dipermuliakan dengan perbuatan kita tersebut atau apakah justru hal itu akan mencoreng nama-Nya.
Paulus telah memberikan suatu teladan kepada kita semua, tentang bagaimana untuk menjalani hidup. Seperti yang dikatakan dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal 2:20). Selain itu, Paulus juga pernah mengatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus” (Fil 1:21). Apa yang menjadi keinginan, motivasi, dan tujuan hidupnya bukan lagi untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Tuhan. Inilah hidup yang berpusat pada Kristus.
Sebagai manusia, memang tidak mudah untuk menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan kita. Kita masih mempunyai banyak keinginan untuk diri kita sendiri. Kita ingin membeli barang-barang yang kita rasa dapat menyenangkan hati kita. Kita ingin bersenang-senang dan menikmati berbagai hiburan di dalam dunia ini.
Tapi, marilah kita belajar dari Rasul Paulus. Semakin hari, semakin kita mau menggunakan hidup kita bukan lagi untuk diri kita sendiri, melainkan untuk Tuhan. Biarlah semakin hari, kita dapat semakin serupa dengan Kristus, yang penuh dengan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih. Untuk itu, kita perlu banyak-banyak berdoa, memohon Roh Kudus untuk membantu kita melawan keinginan daging, agar kita dapat hidup menurut keinginan Roh.
Dengan menjadikan Kristus sebagai pusat hidup kita, kiranya nama Tuhan dapat semakin dipermuliakan melalui kehidupan kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Kolose 3:12-17
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?