SAUH BAGI JIWA
Selama Hidup di Dunia
“Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pengkhotbah 12:14)
“Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pengkhotbah 12:14)
Kita tahu bahwa ketika Yesus datang kembali untuk kedua kalinya, dunia ini akan dimusnahkan. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Petrus, pada hari itu, langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api. Bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Akan dimulailah penghakiman atas seluruh umat manusia. Semua kitab akan dibuka. Pada waktu itu, setiap perbuatan manusia akan diungkapkan satu per satu. Tidak ada yang dapat disembunyikan lagi. Allah akan menggelar penghakiman atas setiap manusia.
Rasul Paulus mengatakan dengan jelas dalam Roma 2:6-8, bahwa “Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.”
Jadi, pada waktu itu, tidak ada manusia yang tersembunyi di hadapan Allah. Segala sesuatu terbuka di depan mata-Nya. Allah akan melakukan penghakiman-Nya tanpa memandang muka. Oleh karena itu, banyak nasihat yang telah disampaikan, baik oleh para rasul maupun orang-orang kudus lainnya, agar kita hidup dengan rasa takut akan Tuhan. Janganlah kita menuruti kehendak kita sendiri, melainkan hidup seturut dengan kehendak-Nya. Kita harus berusaha untuk senantiasa taat pada perintah Tuhan dan berpegang padanya, serta untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Tujuan dari semua itu adalah untuk kebaikan kita sendiri.
Pengkhotbah menyadari bahwa tanpa Allah, kehidupan manusia akan menjadi sia-sia. Tidak peduli berapa banyak kekayaan yang dimiliki dan seberapa besar hikmatnya, semua akan menjadi sia-sia. Mengapa? Karena semua itu fana dan tidak bernilai kekal. Hanya ketika kita memiliki rasa takut akan Tuhan dan taat kepada-Nya, hidup kita menjadi bernilai. Jika hidup kita berkenan kepada Tuhan, maka hidup kita tidak selesai pada saat dunia ini dimusnahkan dan penghakiman digelar. Hal ini justru akan menjadi titik awal dari kehidupan baru, yaitu kehidupan kekal bersama Tuhan di surga. Inilah kehidupan yang sesungguhnya dicari dan didambakan setiap orang.
Oleh karena itu, adalah keliru jika kita menganggap kehidupan di dunia ini adalah segala-galanya. Akan menjadi sia-sia apabila kita berusaha sekuat tenaga demi mengejar kenikmatan dan kesenangan dunia saja. Ketahuilah bahwa semua itu hanya bersifat sementara dan akan berakhir. Hal yang harus kita lakukan adalah menganggap kehidupan di dunia ini adalah sebuah kesempatan untuk mencapai surga. Dengan demikian, kita akan senantiasa menyelaraskan hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan kita dengan kehendak Tuhan. Kita akan berhati-hati dalam segala hal, sebab kita tidak mau berbuat dosa.
Pengkhotbah menyimpulkan tulisannya sebagai berikut, “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang” (Pkh 12:13). Inilah hal terpenting yang harus kita pegang dan lakukan seumur hidup, jika kita tidak mau kehidupan kita di dunia ini menjadi sia-sia. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 3-4 Januari 2026
1. Bacalah renungan “TAKUT AKAN TUHAN”
2. Bagaimanakah contoh perbuatan dalam kehidupan sehari-hari ataupun bergereja, yang takut akan Tuhan dan yang tidak takut akan Tuhan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar di tahun 2026 ini, kita dapat menjalani hidup dengan hati yang takut akan Tuhan.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.