SAUH BAGI JIWA
Perhatikan Seluruh Area
“Tetapi pada waktu itu mulailah gumpalan asap naik dari kota itu seperti tiang asap. Suku Benyamin menoleh ke belakang dan tampaklah kota itu seluruhnya terbakar, apinya naik ke langit” (Hakim-Hakim 20:40)
“Tetapi pada waktu itu mulailah gumpalan asap naik dari kota itu seperti tiang asap. Suku Benyamin menoleh ke belakang dan tampaklah kota itu seluruhnya terbakar, apinya naik ke langit” (Hakim-Hakim 20:40)
Seorang pemain badminton perlu menguasai banyak hal, mulai dari cara memegang raket dengan benar, teknik melakukan servis, smash, dropshot, sampai gerakan kaki yang lincah untuk menjangkau setiap area lapangan. Baik bermain tunggal maupun ganda, atlet badminton itu harus dapat menguasai setiap sudut lapangan. Jika ada area yang luput dari pengawasannya, lawan mainnya akan menyerang area tersebut. Tentunya, hal ini juga berlaku untuk permainan-permainan olahraga lainnya.
Tidak hanya dalam permainan olahraga, strategi penguasaan seluruh area ini juga harus dikuasai dalam peperangan. Jika ada satu area saja yang luput dari pengawasan, musuh dapat masuk dan menyerang melalui area tersebut. Bukan tidak mungkin jika suatu peperangan menjadi kalah hanya karena hal itu.
Inilah yang terjadi kepada suku Benyamin ketika memerangi bangsa Israel. Ketika bangsa Israel meminta orang-orang dursila di antara mereka yang telah berbuat dosa agar diserahkan, mereka menolaknya. Mereka justru bersiap untuk memerangi bangsa Israel.
Peperangan tersebut terjadi dalam beberapa hari. Pada dua hari pertama, banyak orang Israel yang gugur berjatuhan, sehingga pada hari ketiga, suku Benyamin pun percaya diri bahwa mereka pasti akan berhasil juga pada hari itu (Hak 20:39). Tak terpikir oleh mereka bahwa bangsa Israel telah menyusun suatu strategi. Dengan sengaja, Bangsa Israel memancing mereka untuk pergi ke jalan-jalan raya, sedangkan para penghadang menyerbu Gibea–kota kepunyaan suku Benyamin. Setelah mereka mengetahui bahwa kota mereka telah terbakar, barulah mereka tahu bahwa malapetaka menghampiri mereka. Pada akhirnya, banyak orang Benyamin tewas akibat peperangan itu dan mereka pun dikalahkan.
Suku Benyamin tidak berjaga-jaga di setiap area yang sesungguhnya harus mereka kuasai. Apa yang ada di hadapan mereka mungkin dapat mereka hadapi dengan baik, namun bagaimana dengan apa yang ada di belakangnya? Kota mereka luput dari pengawasan mereka. Mereka mungkin sudah terlalu percaya diri bahwa akan memenangkan pertempuran itu. Mereka yakin mereka dapat mengalahkan bangsa Israel. Tapi mereka lupa untuk berjaga-jaga di seluruh area. Lebih parahnya lagi, mereka tidak meminta penyertaan atau pimpinan Tuhan dalam apa yang hendak mereka lakukan. Mereka hanya bersandar pada diri mereka sendiri.
Kita tahu kita harus senantiasa berjaga-jaga, sebab Iblis berjalan mengelilingi kita seperti singa yang mengaum-aum. Tapi sudahkah kita berjaga-jaga di seluruh area kehidupan kita? Atau apakah kita hanya berjaga-jaga di sebagian area saja? Jangan sampai kita hanya berfokus dalam satu hal dan membiarkan hal lainnya terbuka sehingga Iblis mudah untuk masuk serta menelan kita. Ketahuilah apa kelemahan kita dan cobalah untuk memperkuat bagian tersebut. Namun, jangan lupa juga untuk tetap berjaga di bagian diri kita yang kita anggap ‘sudah kuat’ (1 Kor 10:12).
Selain itu, mohonlah kepada Tuhan untuk menyertai dan memimpin kita. Kita tidak akan dapat bertahan jika hanya bersandar kepada diri kita sendiri, sebab kita hanyalah manusia biasa yang lemah. Kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus selalu menyertai kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 17-18 Januari 2026
1. Bacalah renungan “MENGHADAP ALLAH”
2. Dalam kehidupan sehari-hari, berikan contoh dalam hal apa sajakah kita dapat memohon penyertaan Tuhan. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita selalu ingat untuk berdoa mohon penyertaan Tuhan, sebelum melakukan segala sesuatunya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.