SAUH BAGI JIWA
Berjaga-jaga dan Berdoa
Bacaan Alkitab Harian –
“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” (Efesus 6:18b)
“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus” (Efesus 6:18b)
Mungkin ada banyak dari kita yang gemar menonton film drama kolosal mengenai peperangan. Kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana seorang prajurit, jendral, atau panglima berjalan menuju ke medan perang dalam satu pasukan. Dia mungkin akan menunggangi seekor kuda atau berjalan dengan tegap dalam satu barisan pasukan. Seragamnya lengkap untuk melindungi dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tentu saja, dia juga akan membawa persenjataan yang lengkap pula untuk melawan musuh yang akan menghadang.
Saudaraku, saat kita menonton film peperangan seperti ini, tidakkah kita juga menyadari bahwa sebenarnya, kita juga berada dalam medan perang saat ini? Mungkin kita tidak sama seperti tokoh di dalam film yang harus melawan musuh kita dengan menggunakan pedang, tombak, atau anak panah. Kita juga tidak menunggangi kuda dan mengenakan baju zirah yang berat. Karena kita bukan berperang secara jasmani, melainkan dalam peperangan rohani, yang lebih mengancam dan membahayakan keselamatan jiwa kita. Kita sedang berjuang bukan melawan darah dan daging yang tampak, tapi melawan roh-roh jahat di udara (Ef 6:12).
Nubuatan akhir zaman sudah tertulis sejak ribuan tahun yang lalu dan akan segera digenapi. Apabila kita tidak mempertebal iman dengan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan berjaga-jaga dan berdoa, maka kita akan dengan mudah diperdaya oleh si Iblis (1 Ptr 5:8).
Tanpa penyertaan dan kuat kuasa tangan Tuhan, kita tidak mungkin dapat menang melawan kuasa gelap Iblis. Iblis tidak akan tinggal diam melihat anak-anak Tuhan hidup dalam kebenaran. Dia akan menggunakan berbagai macam cara untuk memutarbalikkan kebenaran dan mencoba untuk menyesatkan kita.
Di sinilah pentingnya jemaat dan saudara seiman untuk dapat saling mendoakan, karena kemenangan tidak diperoleh dari perjuangan satu orang saja, namun melalui perjuangan banyak orang. Tidak hanya untuk kepentingan dan pertumbuhan rohani diri kita sendiri, kita pun perlu mendoakan para hamba Tuhan dan para pekerja kudus.
Mereka sama seperti kita, terdiri dari darah dan daging, sehingga mereka juga dapat menjadi lemah. Maka, jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Mari kita doakan agar kuasa Tuhan menyertai mereka di mana pun mereka melakukan pelayanan. Kita juga dapat mendoakan agar Injil Kebenaran dapat semakin tersebar, sehingga ada semakin banyak jiwa yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Pekerjaan pelayanan bukanlah one-man-show atau pekerjaan yang dilakukan oleh satu orang saja, tapi pekerjaan yang melibatkan banyak orang–termasuk para jemaat. Kita dapat ikut terlibat dengan memberikan dukungan doa dan terjun dalam pekerjaan kudus itu sendiri. Kiranya kita juga tidak lupa untuk terus berjaga-jaga agar kita tidak jatuh ke dalam dosa. Pergunakanlah setiap kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, karena tinggal sedikit lagi waktu, maka akan tiba kesudahannya.
Segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan. Amin.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?