Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

10. Melihat Mukjizat
“Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya” (Matius 11:20)
Bagaimana kalau kita hidup di zaman Yesus dan melihat mukjizat-mukjizat-Nya secara langsung? Dengan mata kita sendiri melihat orang yang tadinya lumpuh dapat berjalan. Melihat bagaimana lima roti dan dua ikan dipecah-pecahkan, sehingga kita semua, bersama dengan lima ribu orang lainnya, dapat makan dan menjadi kenyang. Bersama Tuhan Yesus dalam kapal yang diterjang oleh angin badai, lalu kita melihat Dia dengan perkataan-Nya dapat menenangkan angin ribut itu. Bukankah kita akan tercengang dan menjadi percaya?
Namun tidak demikian halnya dengan kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Sekalipun Tuhan Yesus paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya di sana, namun mereka tidak dapat menjadi percaya dan bertobat.
Hari ini, mukjizat-mukjizat Allah masih dapat kita lihat dan rasakan. Teman-teman kita yang divonis oleh dokter tidak dapat sembuh, dengan pertolongan Allah mereka dapat menjadi sembuh. Sahabat-sahabat kita yang mengalami kecelakaan maut, tetapi mereka selamat dan tidak terluka. Melalui mukjizat-Nya inilah, Tuhan menginginkan agar orang-orang yang melihat-Nya menjadi percaya dan bertobat.
Bagi saya, menerima Roh Kudus dan dapat berbahasa Roh adalah mukjizat terindah yang pernah saya rasakan. Penyertaan-Nya dalam setiap persoalan dan jalan keluar-Nya yang mengherankan, juga merupakan mukjizat dari-Nya yang seringkali membuat saya terkagum. Bahkan, dapat bangun pagi dengan badan yang sehat dan dapat menghirup udara yang segar, juga merupakan mukjizat-Nya bagi saya. Melalui semuanya itu, membuat saya semakin yakin dan percaya akan Dia.
Demikianlah pemazmur juga merasakan begitu banyak karya-karya dan perbuatan ajaib Tuhan yang dirasakan dalam kehidupannya, “Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.” (Mzm 40:6)
Mukjizat apa yang pernah Anda alami? Pengalaman rohani apa yang pernah Anda rasakan bersama dengan Tuhan? Mengalami itu semua, perubahan apakah yang terjadi dalam hidup Anda?
Kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum, dikecam oleh Tuhan Yesus karena setelah melihat begitu banyak mukjizat, mereka tidak berubah dan bertobat. Demikianlah melalui mukjizat-Nya, Tuhan Yesus mengharapkan kita semua bukan hanya untuk menjadi kagum olehnya, tetapi lebih daripada itu, Tuhan Yesus menginginkan agar kita semakin percaya dan bertobat karenanya.
Hari ini, melalui mukjizat-Nya, biarlah iman kita boleh semakin diteguhkan dan semakin dekat kepada-Nya.
Haleluya!