Sabar Sampai Musim Menuai
Seri Injil Matius (Bag 4)
Kumpulan Renungan Sauh Bagi Jiwa yang ditulis oleh pendeta, penginjil, siswa teologi dan jemaat Gereja Yesus Sejati di Indonesia

8. Mendapatkan Kerajaan Sorga
“Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.” (Matius 11:12)
Ada sebuah anekdot. Seorang pendeta bertanya kepada jemaatnya, “Siapakah yang mau pergi ke surga?” Tanpa ragu-ragu semua yang hadir pun mengacungkan tangannya. Lalu pendeta pun meneruskan pertanyaannya, “Lalu siapakah yang mau pergi terlebih dahulu?” Dan tidak ada satu pun tangan yang teracung.
Inilah bagaimana setiap orang, ketika menghadapi ajalnya, ingin masuk ke surga. Setelah kehidupan kita di dunia ini berakhir, hanya ada dua tempat yang dapat kita tuju. Surga atau neraka. Dan ke mana kita akan pergi, ditentukan oleh bagaimana perbuatan dan imannya ketika hidup di dalam dunia ini.
Ketika Tuhan Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, Ia juga berbicara mengenai hal Kerajaan Surga ini: “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.”
Dalam bahasa aslinya, kata “diserong” bisa berarti “ditekan dengan kekerasan”, namun bisa juga berarti “didesak dengan kesungguhan.” Jadi, di mana pun Injil Kerajaan Surga diberitakan, di sanalah juga Injil akan “ditekan dengan kekerasan”. Namun walau bagaimanapun Injil Kerajaan Surga dirintang, Injil akan terus tersebar luas.
Dan di mana pun Injil Kerajaan Surga diberitakan, “orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.” Dalam bahasa asli, kutipan frase tersebut dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai “orang mendesak dengan kesungguhan berusaha untuk menggapai Kerajaan Surga itu.” Pemahaman demikian senada dengan apa yang ditulis oleh Lukas, “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.” (Luk 16:16). Dengan kata lain, sejak Kerajaan Allah diberitakan, setiap orang berusaha untuk memasukinya. Kalimat “setiap orang menggagahinya berebut memasukinya” dapat diterjemahkan dalam bahasa asli sebagai berikut, “setiap orang diundang secara segera untuk memasukinya.”
Seperti Tuhan Yesus juga pernah mengatakan, “sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan” (Mat 7:13). Dan juga, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21)
Demikianlah kita mau “mendesak dengan kesungguhan” dan “secara segera menerima undangan” untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga. Berusaha sedemikian keras mendesak terjadinya perubahan di dalam diri kita, agar sikap dan perbuatan kita dapat berubah secara total menjadi manusia baru yang dikehendaki Allah. Maka setelah ajal tiba, biarlah kita semua boleh dipersilakan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Haleluya!