SAUH BAGI JIWA
Tipu Daya
Bacaan Alkitab Harian –
Dari dulu sampai sekarang, kejahatan penipuan melalui telepon masih sering kita jumpai. Praktik ini melibatkan kebohongan, janji palsu, atau penipuan halus yang sulit dikenali pada pandangan pertama. Para penipu sering memanfaatkan kelemahan, ketidaktahuan, atau emosi korban untuk memanipulasi mereka sehingga mereka melakukan sesuai dengan kehendak pelaku.
Yakub adalah seorang tokoh yang pernah melakukan penipuan. Biasanya, dalam cerita ‘semangkuk kacang merah’, kita lebih sering membahas bagaimana Esau memandang rendah hak kesulungan. Hal itu benar, tapi pada hari ini mari kita bahas dari sisi Yakub.
Tidak seperti Esau yang menganggap hak kesulungan menjadi tidak ada gunanya karena ia pikir ia akan mati jika tidak memakan sup kacang merah itu, Yakub menyadari keuntungan dan kuasa hak kesulungan. Selain memperoleh dua kali lipat bagian warisan ayahnya dan menjadi lambang harga diri dan kekuasaan ayahnya, memperoleh hak kesulungan juga membuat Yakub lebih besar daripada kakaknya. Maka, ia berusaha keras untuk memperolehnya.
Ketika Ribka mengandung, Tuhan memang berjanji bahwa yang lebih tua akan menjadi hamba bagi yang lebih muda (Kej 25:23). Ini adalah sebuah janji berkat dari Tuhan kepada Yakub. Tapi, jika kita melihat perkataan Esau di Kejadian 27:36, berkat dan hak kesulungan adalah dua hal yang berbeda. Meskipun Yakub menerima janji berkat, tapi sebagai anak bungsu, Yakub tidak berhak atas hak kesulungan.
Bukan saja ia mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, Yakub juga mengambilnya dengan cara tipu daya. Yakub membuat Esau menjual hak kesulungannya dalam keadaan Esau yang sedang lapar dan lelah. Ia memanfaatkan kesempatan itu. Lebih lanjut, ia memaksa Esau untuk bersumpah atas pertukaran antara makanan dan hak kesulungan itu sehingga tidak dapat dibatalkan. Nantinya, Yakub juga menipu ayahnya untuk bisa mendapatkan berkat. Tipu daya yang dilakukannya bukan saja melukai perasaan ayahnya, tapi juga menyebabkan kebencian di hati Esau.
Tuhan Yesus telah mengingatkan, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Mat 5:37). Peringatan Yesus kepada kita ini sangat jelas. Tipu daya berasal dari si jahat. Sebagai anak Tuhan, kita harus mengatakan hal yang sebenarnya.
Di dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menemui tantangan untuk berkata jujur. Biasanya agar terhindar dari suatu masalah atau hukuman, kita dapat tergiur untuk berbohong dan menipu lawan bicara kita. Berbohong juga bisa demi mendapatkan keuntungan dan agar mencapai tujuan. Ini bisa terjadi di lingkungan mana pun, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, pertemanan, dan lain-lain.
Kiranya kita dapat menjaga ucapan dan perilaku kita dari tipu daya. Bukan hanya dapat melukai hati Tuhan, tipu daya juga dapat melukai hati orang yang terdampak. Jangan sampai perbuatan kita membuat Iblis senang. Perbuatan kita seharusnya menyenangkan hati Tuhan. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
30 Kata Esau kepada Yakub: ”Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah.” Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
31 Tetapi kata Yakub: ”Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu.”
32 Sahut Esau: ”Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”
33 Kata Yakub: ”Bersumpahlah dahulu kepadaku.” Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
