SAUH BAGI JIWA
Mengupayakan Perdamaian
Bacaan Alkitab Harian –
“‘…dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.’ Sebab pikir Yakub: ‘Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik’” (Kejadian 32:20)
“‘…dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.’ Sebab pikir Yakub: ‘Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik’” (Kejadian 32:20)
Ada sebuah ungkapan berkata, “Manusia tidak luput dari kesalahan dan tidak dapat membahagiakan setiap orang.” Terkadang kita merasa ungkapan tersebut wajar saja dan tidak ada yang salah, karena memang kebahagiaan dan kepuasan orang lain bukanlah tanggung jawab kita. Namun, kita juga perlu merenungkan apakah perbuatan kita telah membuat seseorang terluka? Ketika sebuah hubungan yang baik menjadi rusak maka hati kita pun tidak akan merasakan damai sejahtera.
Demikianlah yang terjadi pada hubungan antara Yakub dan Esau. Yakub telah mengambil hak kesulungan dari Esau dan juga berkatnya dengan cara yang licik, sehingga Esau menjadi marah dan Yakub harus melarikan diri. Yakub telah meninggalkan kekesalan dalam hati Esau.
Ketika Tuhan memerintahkan Yakub agar kembali ke negerinya, di mana ia harus bertemu kembali dengan Esau, Yakub pun taat kepada perintah Tuhan. Meski ia merasa takut pada Esau, Yakub kembali ke negerinya bersama keluarganya dengan berpegang pada janji Tuhan. Dengan rendah hati ia berusaha mendamaikan hati Esau dengan persembahan yang terbaik untuk kakaknya.
Apakah mudah untuk mengusahakan perdamaian setelah semua yang dilakukan Yakub kepada kakaknya? Tentu hal ini bukan hal yang mudah. Perihal membangun hubungan yang telah rusak tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Yakub menyadari ada potensi penolakan bahkan pembalasan dari Esau. Namun dengan bersandar pada Tuhan, merendahkan diri, serta mempersembahkan yang terbaik untuk mengusahakan perdamaian, Yakub pun akhirnya dapat menyelesaikan konflik yang terjadi dengan Esau. Esau menerima Yakub dengan penuh kasih. Alangkah indahnya bila konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik.
Hari ini, apabila kita memiliki hubungan yang tidak baik dengan seseorang, kita pun mau belajar dari Yakub. Terkadang kita harus menekan ego kita dan merendahkan diri. Mungkin saja kita mencontoh Yakub yang memberikan persembahan kepada Esau, kita pun mungkin memberikan pemberian demi mengusahakan perdamaian, namun yang terpenting adalah kita memohon agar Tuhan membuka jalan.
Biarlah kita dapat memperbaiki setiap hubungan yang rusak. Dengan mengusahakan perdamaian, maka di dalam hati, kita pun akan mendapatkan kedamaian sejati. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
13
Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu.
Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya,
14yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kambing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jantan,
15tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan.
16Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-budaknya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia berkata kepada mereka: “Berjalanlah kamu lebih dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu dengan kumpulan yang lain.”
17Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: “Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan bertanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah engkau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? —
18jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persembahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiri pun ada di belakang kami.”
19Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu, katanya: “Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia;
20dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.” Sebab pikir Yakub: “Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik.”
21Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perkemahannya.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
