SAUH BAGI JIWA

Terbuka kepada Tuhan dalam Hal Dosa 

Renungan Tanggal: 29 Mar 2025

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: ‘Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku,’ dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku (Mazmur 32:5)

Tuhan adalah Bapa kita. Seperti kita bersikap terbuka dan sering berkomunikasi dengan ayah kita di dunia, kita juga dapat berlaku demikian terhadap Tuhan. Namun, apa maksudnya? Bagaimana mungkin kita tidak terbuka kepada Tuhan? Bukankah Tuhan Maha Tahu? Jika kita tidak bersikap terbuka dan tidak bercerita kepada Tuhan sekalipun, Dia sudah tahu dan dapat melihat hati kita yang paling dalam. Itu benar! Tapi itu dari sisi Tuhan. Dari sisi kita, kita juga diminta Tuhan untuk bersikap terbuka kepada-Nya.

Perhatikan bagaimana kita berdoa. Apakah ada bagian yang selalu kita lewatkan atau tidak mau kita bicarakan dengan Tuhan? Biasanya kita tidak mau menyampaikan kepada Tuhan tentang dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Padahal hal tersebut perlu kita sampaikan dan kita perlu memohon pengampunan Tuhan. Raja Daud menuliskan dalam salah satu mazmurnya bahwa dosa dan kesalahannya diberitahukan kepada Tuhan, tidak ia sembunyikan. Ia mengaku di hadapan Tuhan dan memohon pengampunan dari Tuhan.

Tuhan bertanya kepada Kain setelah ia membunuh adiknya, Habel, “Di mana Habel, adikmu itu?” Tuhan sudah tahu apa yang telah Kain perbuat. Tuhan ingin Kain segera mengakui segala dosanya. Tapi apa jawab Kain? “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (Kej 4:9). Dia mengabaikan teguran Tuhan, tidak mau terbuka pada Tuhan, dan tidak mau mengakui kesalahannya. Apabila kita tidak mau terbuka pada Tuhan dalam hal dosa-dosa kita, maka, besar kemungkinan, kita akan terus mengulangi dosa yang sama–atau malah kita melakukan hal yang lebih buruk lagi.

Kita tidak dapat menyembunyikan dosa kita dari Tuhan. Percuma kita sembunyikan, karena di hadapan Tuhan, semua dosa kita terbuka dan Tuhan tahu segalanya. Lalu mengapa Tuhan meminta kita untuk memberitahu Dia, padahal Dia sudah mengetahuinya? Tuhan ingin kita mengakuinya dan bertobat, maka Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita. Hal ini selaras dengan apa yang tertulis dalam surat 1 Yohanes 1:9: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Karena itu, mari kita belajar untuk bersikap terbuka kepada Tuhan atas dosa-dosa kita. Itu adalah suatu proses yang harus kita lakukan. Hendaknya kita mulai belajar terbuka kepada Tuhan dengan mengakui segala dosa kita dalam setiap doa kita. Selain mengakui dosa, kita juga mau bertobat untuk tidak mengulanginya lagi. Dengan demikian, Tuhan yang setia dan adil akan mengampuni dosa-dosa kita. Tuhan Yesus menyertai kita semua.

Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?

bible-2167778_1920

Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga

Tanggal:  29-30 Maret 2025

1.⁠ ⁠Bacalah renungan “Terbuka kepada Tuhan dalam Hal Kelemahan”

2.⁠ ⁠Renungkanlah salah satu kelemahan yang kita miliki. Setiap anggota keluarga dapat berbagi.

3.⁠ ⁠Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu dalam mengatasi setiap kelemahan yang kita miliki, sehingga tidak menghambat pertumbuhan iman kita.

    1. Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
    2. Pembukaan:
      • Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
      • Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
      • Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
    3. Sharing & diskusi keluarga:
      • Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
      • Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
      • Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
      • Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Penutup:
      • Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
      • Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.