Apakah Anda Memiliki Pengertian yang Lengkap Tentang Injil?

Yesus pernah berkata, “Jika engkau mengasihi aku, engkau akan mematuhi segala perintah-Ku.” Tetapi selama kurun waktu 1900 tahun terakhir ini, manusia tidak lagi dapat melihat dengan jelas akan kehendak-Nya yang semula. Hanya jika kita memilih untuk dengan taat kembali kepada kebenaran yang semula, seperti yang ditunjukkan dalam perkataan Yesus dan teladan hidup-Nya, barulah kita dapat benar-benar merasakan kepenuhan janji-Nya.

Bagaimana Anda Memutuskan Hendak Masuk Ke Gereja yang Mana?

Jika Anda sedang mencari gereja, Anda pastilah bertanya: Gereja mana yang harus saya pilih? Apakah ada bedanya saya jemaat gereja mana?

Banyak orang yang tidak sependapat. Alasannya adalah karena semua gereja percaya pada Yesus Kristus sebagai Penyelamat. Banyak umat kristiani percaya bahwa sebagai tubuh Kristus, gereja yang berbeda mungkin menekankan doktrin yang berbeda pula, tetapi semuanya itu hanyalah cara pengungkapan yang berbeda dari iman yang sama. Dan ketika semua gereja bersatu di bawah nama Yesus, setiap orang akan menjadi jemaat dalam tubuh Kristus tanpa memandang dari gereja mana dia berasal. Jadi walaupun secara fisik ada banyak gereja namun secara rohani cuma ada satu “gereja yang terlihat”.

Jika alasan ini benar, mengapa ada begitu banyak gereja yang berbeda? Sejarah memberitahukan kita alasan utama kekristenan terbagi-bagi adalah karena masalah doktrin merupakan masalah yang begitu penting sehingga beda pendapat di antara mereka mengenai hal ini membawa pada perpecahan. Jadi pendapat-pendapat apa pun yang mengesampingkan perbedaan yang mendasar ini, tidak menjawab pertanyaan akan keragaman gereja-gereja kristen yang begitu nyata.

Menghadapi dilema ini, kita harus menjawab beberapa pertanyaan yang penting berikut ini: Apakah Yesus mengakui “gereja-gereja” yang secara pribadi didirikan sebagai tubuh-Nya? Bagaimana kita tahu sebuah gereja benar-benar merupakan tubuh Kristus? Yang paling penting, bagaimana kita bisa yakin kalau kita berada di dalam tubuh Kristus? Saat kita mempunyai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, kita akan tahu kita harus masuk gereja mana.

Konsep Keesaan

Alkitab secara jelas menunjukan bahwa sepanjang sejarah hanya ada satu komunitas yang merupakan pilihan Tuhan. Nuh hanya mendirikan satu bahtera yang menyelamatkan dia dan keluarganya (Ibr. 11:7). Hanya ada satu bait dan satu Kota Kudus sebagai tempat kediaman nama Tuhan (2Kor. 6:5-6, 20). Dalam nubuatan Yesaya, Tuhan hanya akan mendirikan satu gunung untuk rumah-Nya, dan gunung ini akan menjulang tinggi di atas bukit-bukit (Yes. 2:2-3). Tuhan Yesus adalah Gembala hanya untuk satu kawanan (Yoh. 10:16). Yesus hanya memiliki satu tubuh (1Kor. 12:13; Ef. 4:4). Hanya ada satu rumah Tuhan, dan Tuhan hanya mengenal satu mempelai (Why. 21:9; Kid. 6:9).

Alkitab secara konsisten menekankan konsep keesaan gereja. Saat Paulus tahu perpecahan di gereja di Korintus, dia dengan kiasan bertanya: “Apakah Kristus terbagi-bagi?” (1Kor. 1:13). Walaupun sesungguhnya manusia mempunyai kecenderungan terpecah-pecah, Yesus selalu satu. Seperti layaknya kita berpikir bahwa tidak mungkin Kristus terbagi-bagi, tidak mungkin pula gereja terbagi-bagi. Itulah sebabnya Paulus memberikan dorongan kepada jemaat di Efesus untuk “berusaha memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (Ef. 4:3)

Lagi pula, keesaan gereja bukan hanya dari segi rohani. Keesaan ini juga dapat dilihat di dunia ini. Tuhan Yesus berdoa supaya Bapa menyatukan murid-murid sehingga “dunia percaya, bahwa [Bapa] lah yang telah mengutus [Dia]” (Yoh. 17:20-23). Untuk itulah, seperti halnya gereja secara rohani adalah satu, gereja juga bersatu dalam kenyataannya.

Setelah kita mengetahui konsep keesaan di dalam Alkitab, mari kita aplikasikan prinsip tersebut untuk menentukan kita harus masuk gereja mana. Kita harus menemukan satu gereja yang ditetapkan dalam Alkitab. Tapi bagaimana Alkitab menetapkan satu gereja tersebut, gereja yang merupakan tubuh Kristus?

Dasar untuk Keesaan Gereja

Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. (Ef. 4:4-6)

Ayat ini secara jelas menyatakan kepada kita bahwa ada satu tubuh Kristus, yang adalah gereja sejati. Tubuh Kristus ini terdiri dari beberapa aspek: satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua.

Kebanyakan dari umat Kristen mempunyai satu pengharapan keselamatan yang sama yaitu melalui Tuhan, Yesus Kristus. Dan juga kebanyakkan percaya pada Dia yang Maha Kuasa, Maha Tahu serta Tuhan dan Bapa yang ada di mana-mana. Namun, elemen penting lainnya yaitu satu gereja sejati, satu Roh, satu iman, dan satu baptisan, diabaikan dalam kekristenan.

Jadi untuk mendapatakan gereja sejati ini, kita harus mengamati tiga elemen ini:

Satu Roh

Satu tubuh, dan satu Roh. (Ef. 4:4)

Karena Roh Kudus menyatukan tubuh Kristus (Ef. 4:3), umat-umat percaya gereja sejati harus menerima Roh yang sama. Mereka harus mempunyai kepercayaan yang sama dan mengalami Roh Kudus.

Namun hal ini bukanlah masalah sekarang ini. Sebagian menyatakan bahwa seseorang langsung mendapat Roh Kudus ketika dia percaya dan menerima Yesus. Sebagian lagi percaya bahwa seseorang harus memohon Roh Kudus melalui doa, dan berbahasa lidah merupakan bukti yang penting dari menerima Roh Kudus.

Ada bermacam-macam fenomena rohani. Di beberapa gereja, mereka jatuh ke lantai saat berdoa, sementara yang lain menari dan tertawa tanpa bisa dikontrol. Di gereja lain, mereka percaya bahwa Roh Kudus memperbaharui mereka dari dalam.

Roh Kudus adalah Roh kebenaran yang menyatakan kebenaran akan keselamatan kepada umat-umat percaya (Yoh. 14:16, 26; 1Kor. 2:9-12). Jadi bagaimana mungkin satu Roh ini bisa menjadi sumber bagi semua kepercayaan dan praktek yang sangat berbeda ini?

Oleh karena itu sebaiknya kita melihat ke dalam Alkitab untuk mengetahui bagaimana pengalaman pertama menerima Roh Kudus yaitu saat gereja pertama kali didirikan. Umat-umat percaya gereja sejati harus menerima Roh Kudus dengan cara yang sama seperti yang dialami para rasul (Kis. 10:47). Roh Kudus hanya akan tinggal di gereja yang jemaatnya menerima Roh Kudus dengan cara yang sama seperti layaknya para rasul.

Satu Iman

Jemaat dari Allah yang hidup,  tiang penopang dan dasar kebenaran. (1Tim. 3:15)

Gereja dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi (Ef. 2:20), yang mengabarkan satu Injil keselamatan. Gereja sejati saat sekarang ini juga harus menjunjung tinggi satu Injil ini dan mencapai kesatuan iman (Ef. 4:13). Oleh sebab itu semua umat percaya harus mempunyai iman tentang keselamatan yang sama (Yak. 1:3) .

Tapi sayangnya, hal ini bukan pokok permasalahan di gereja-gereja sekarang ini. Sebagian menyatakan bahwa menerima Yesus Kristus di dalam hati mereka dan secara terbuka mengakui nama-Nya sudah cukup sebagai jaminan keselamatan. Sebagian lagi mungkin menyatakan pentingnya baptisan air, basuh kaki, dan Perjamuan Kudus untuk keselamatan tetapi mempunyai sudut pandang alkitabiah yang berbeda akan cara pelaksanaannya.

Gereja sejati seperti yang dinyatakan oleh Alkitab tidak mungkin memiliki doktrin keselamatan yang bertentangan. Gereja sejati harus memegang teguh satu Injil keselamatan, bagi mereka yang tidak mematuhi Injil ini tidak akan diselamatkan. Injil ini harus diterima oleh semua orang yang mencari keselamatan.

Satu Baptisan

Sebab dalam satu Roh kita semua… telah dibaptis menjadi satu tubuh. (1Kor. 12:13)

Mereka yang percaya menjadi anggota dari satu tubuh melalui baptisan, seperti yang dinyatakan dalam Alkitab sebagai “dibaptis dalam Kristus” (Rm. 6:3; Gal. 3:27). Maksudnya adalah melalui baptisan kita disatukan dengan Kristus sama seperti kematian dan kebangkitan-Nya (Rm. 6:3-5).

Sekali lagi, ada perbedaan pandangan mengenai baptisan di antara gereja-gereja sekarang ini. Sebagian gereja menganggap baptisan sebagai ungkapan pribadi dan pernyataan iman di depan orang banyak. Bagi mereka, baptisan hanyalah sebagai simbol karena tidak mempunyai pengaruh rohani apa pun untuk mencuci bersih dosa seseorang. Bahkan di antara gereja-gereja yang percaya pentingnya baptisan untuk keselamatan, ada perbedaan pandangan pada cara pelaksanaannya.

Kebenarannya adalah, hanya satu baptisan yang dapat membawa kita ke dalam tubuh Kristus. Baptisan ini berpengaruh karena hadirnya Roh Kudus (1Yoh. 5:6-9). Oleh karena itu gereja sejati harus melaksanakan baptisan dengan hadirnya Roh Kudus untuk mereka yang satu iman.

Satu Gereja Para Rasul

Gereja para rasul memulai satu tubuh. Gereja para rasul ini menyebarkan satu Injil keselamatan dan semua umat percaya menerima Roh Kudus dengan cara yang sama.  Roh Kudus hanya tinggal pada satu gereja, dan gereja ini selalu merupakan satu institusi. Umat percaya menjadi satu tubuh melalui baptisan dalam Kristus (Kis. 2:38-41; 8:12; 10:48; 16:14-15, 31-33; 19:1-5). Dengan satu Roh mereka semua dibaptis ke dalam satu tubuh (1Kor. 12:13). Anggota gereja ini semua satu di dalam Kristus Yesus (Gal. 3:28). Mereka yang bertobat datang ke komunitas ini dan gereja berkembang seiiring dengannya. Walau apa pun kebangsaan atau latar belakang mereka, semuanya dibaptis dan menerima Roh Kudus dengan cara yang sama dengan anggota gereja lainnya.

Seiring dengan berkembangnya kelompok ini, Injil pun tersebar ke bagian-bagian dunia yang berbeda. Namun gereja tetap bersatu, gereja tidak pernah merupakan koalisi kelompok-kelompok umat Kristen yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Selalu merupakan gereja yang sama, dengan anggota jemaat yang memiliki iman yang sama di lokasi yang berbeda.

Bukan cuma itu, gereja para rasul selalu memegang teguh satu Injil keselamatan. Rasul Paulus begitu berapi-api dalam mempertahankan Injil ini, beliau berulang-ulang mengatakan, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” (Gal. 1:8-9)

Kemudian, seiring dengan menyusupnya keyakinan yang berlawanan dengan Injil yang sejati ini ke dalam gereja, umat-umat percaya diperintahkan untuk mengeluarkan mereka yang tidak bertobat dan menolak siapa pun yang mengabarkan injil palsu. Yohanes menyurati gereja mengenai mereka yang telah keluar tersebut: “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (1Yoh. 2:19). Para rasul tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan mereka yang memegang kepercayaan yang berbeda dengan Injil yang sesungguhnya.

Satu Gereja Pada Saat Sekarang Ini

Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: 
Gunung tempat rumah Tuhan 
Akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung,
Dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; 
Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 
Dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: 
“Mari, kita naik ke gunung Tuhan, 
Ke rumah Allah Yakub, 
Supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, ,
Dan supaya kita berjalan menempuhnya; 
Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, 
Dan firman Tuhan dari Yerusalem.”  
(Yes. 2:2-3)

Yesaya bernubuat bahwa pada akhir zaman hanya akan ada satu gereja, yang akan berdiri menjulang di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke gereja ini untuk menerima firman Tuhan.

Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. (Yoh. 10:16)

Tuhan Yesus menyebut umat-umat percaya sebagai satu kawanan dan Yesus sendiri sebagai Gembala. Hanya akan ada satu kawanan, bukan banyak kawanan-kawanan kecil. Domba-domba di luar dari kawanan ini akan mendengar suara Gembala dan akan bergabung dengan kawanan ini.

Terbukti sekali bahwa kehendak Tuhan adalah mempunyai satu gereja di dunia ini, daripada banyak denominasi-denominasi Kristen. Pada hari-hari terakhir, Tuhan hanya akan mengenali satu gereja sebagai gunung Tuhan dan kawanan Kristus. Seperti juga gereja pada zaman para rasul, gereja ini harus didirikan oleh Roh Kudus dan mengabarkan satu Injil sejati.

Gereja Yesus Sejati

Gereja Yesus Sejati, didirikan pada tahun 1917, merupakan penghidupan kembali dari gereja para rasul. Sama seperti Roh Kudus turun atas para rasul-rasul dan memberi semangat pada mereka untuk mengabarkan Injil, Tuhan juga mencurahkan Roh-Nya pada lima anggota jemaat yang pertama dan mengungkapkan kepada mereka Injil Keselamatan yang sejati menurut Alkitab. Dengan berkomitmen pada penginjilan, mereka mulai mengabarkan dengan penuh iman dan semangat. Tuhan menyertai mereka dan mengukuhkan pesan-Nya dengan pencurahan Roh Kudus, tanda-tanda heran, dan mujizat-mujizat

Pada intinya, Gereja Yesus Sejati adalah tubuh Kristus, bukan karena jemaat-jemaatnya, tetapi karena Injilnya yang sejati dan Roh Kudus yang telah dipercayakan Tuhan padanya. Pengakuan ini bukanlah masalah kebanggaan manusia, tetapi karena tahu dan menghormati bahwa Tuhan telah mendirikan gereja ini untuk mengabarkan Injil ke seluruh dunia.

Pada akhirnya, memutuskan hendak masuk ke gereja yang mana lebih dari sekedar kenyamanan, tradisi keluarga, atau pilihan pribadi. Anda termasuk jemaat gereja mana yang memberikan keputusan apakah Anda termasuk dalam tubuh Kristus dan menerima Injil keselamatan. Dengan adanya pemikiran ini, kami berdoa bahwa Tuhan akan membuka hati dan pikiran Anda untuk mengerti Injil yang sejati dan percaya pada gereja yang sejati.