SAUH BAGI JIWA
“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” (2 Timotius 2:22)
“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” (2 Timotius 2:22)
Setiap manusia memiliki hawa nafsu. Seringkali hawa nafsu itu mengalahkan kita. Contohnya, seorang laki-laki yang telah menikah bisa tertarik dengan perempuan lain yang bukan istrinya. Ini artinya dia telah dikalahkan oleh hawa nafsunya.
Untuk bisa menaklukkan hawa nafsu, kita perlu sungguh-sungguh memegang firman Tuhan. Firman Tuhan itu layaknya cermin. Semakin banyak kita mengenal firman Tuhan, semakin kita dapat melihat hal-hal yang kotor, buruk dan tidak pantas pada diri kita yang perlu segera dibersihkan.
Jika tidak menjadikan firman Tuhan sebagai patokan, semua orang akan mengira tindakannya benar. Karena itu, kita sebagai umat Tuhan harus terus menyucikan diri dengan bercermin pada firman Tuhan (2Tim 2:21) dan membuang hal-hal yang tidak berguna sehingga dapat menjadi perabot dengan maksud yang mulia.
Dalam 2 Timotius 2:22 dikatakan bahwa menjauhi hawa nafsu saja tidak cukup. Kita harus mengejar kebenaran seperti yang dikatakan dalam Alkitab dengan menjauhi nafsu orang muda dan mengejar keadilan, kesetiaan, kasih dan damai. Jika kita hanya menjauhi hawa nafsu, tetapi tidak mengejar hal-hal itu, kita menjadi pribadi yang ‘kosong’. Tetapi, jika kita mengejar keadilan yang sesuai dengan kebenaran Tuhan, terus meningkatkan iman kita, berada di dalam kasih yang sempurna dan mengejar kedamaian, Tuhan akan tinggal di dalam diri kita. Hati kita akan menjadi ‘penuh’ dan tidak berniat mengejar nafsu orang muda.
Ketika kita tidak merasakan hadirat Tuhan dalam hidup kita, kita akan mencari hal-hal duniawi untuk mengisinya. Itulah sebabnya kita sering dikalahkan oleh hawa nafsu. Paulus mengatakan bahwa kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus, bukan dengan minuman anggur yang memabukkan. Dengan kata lain, kita harus mengejar hal yang jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kenikmatan yang sementara.
Tuhan menciptakan keindahan dunia yang dapat kita nikmati, seperti gunung, pantai, langit yang penuh dengan bintang-bintang, laut, pelangi dan sebagainya. Namun, jika kita tidak merasakan Tuhan di dalam kehidupan kita, kita akan sibuk mengejar dunia yang bisa menghancurkan rohani kita.
Janganlah menjadi perabot yang tidak mulia. Janganlah memberitakan ajaran yang salah, tetapi haruslah kita menyucikan diri dengan firman Tuhan, menjauhi nafsu orang muda serta mengejar keadilan, kesetiaan, kasih dan damai.