SAUH BAGI JIWA
Permohonan yang Berkenan di Hadapan Allah
Bacaan Alkitab Harian –
“Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh” (Matius 14:36)
“Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh” (Matius 14:36)
Ketika Yesus mendarat di Genesaret, orang-orang Genesaret mengenal Dia dan mereka sangat antusias memberitakan kepada seluruh daerah itu bahwa Yesus datang ke tempat mereka. Sambutan yang luar biasa ini memperlihatkan kerinduan besar dalam diri penduduk Genesaret akan kehadiran Yesus dan sukacita karena mereka diperhatikan dan dikasihi oleh Yesus. Sukacita mereka meluap karena mereka juga mengetahui bahwa Dia mampu menyembuhkan sakit-penyakit.
Bisa jadi, beberapa penduduk Genesaret telah menyaksikan mukjizat penyembuhan Yesus, lalu memberitakannya kepada orang banyak. Itu sebabnya, banyak orang sakit dibawa kepada-Nya. Yesus dapat dan mau menyembuhkan. Itulah yang dipercaya oleh orang-orang Genesaret. Iman mereka pun dijawab: Yesus membiarkan mereka menjamah jumbai jubah-Nya, dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Dalam kehidupan kita, ketika kita mengalami sakit-penyakit, kesukaran, dan kekhawatiran dalam hidup, apakah kita mau memanjatkan “permohonan” kepada Tuhan dengan iman sepenuh hati? Akan tetapi kita harus menyadari juga bahwa kadang kala “permohonan” kita kepada Tuhan bisa mendapatkan 3 macam jawaban.
Pertama, dijawab langsung oleh Tuhan, mengapa? Karena doa atau permohonan yang kita minta kepada Tuhan adalah sesuai dengan kehendak yang Allah inginkan (1 Yoh. 5:14).
Kedua, tidak dijawab sama sekali oleh Tuhan, mengapa? Karena tidak sesuai dengan kehendak Allah, disebabkan lebih berorientasi kepada memuaskan keinginan kita (Yak. 4:3).
Ketiga, ditunda, mengapa? Agar kita dapat menyadari dan agar Tuhan dapat menyelidiki, menguji, dan mengenal setiap apa yang kita pikirkan dan jalankan, apakah sesuai dengan kehendak-Nya (Mzm. 139:23).
Setelah kita dapat memahami tiga hal ini, maka dalam setiap “permohonan” yang kita panjatkan kepada Allah, kita dapat memeriksa diri kita apakah yang menjadi penyebab “permohonan” kita tidak dijawab atau ditunda oleh Allah. Dengan demikian kita tidak menjadi kecewa, akan tetapi semakin berusaha untuk mencapai “perkenanan Allah” dalam setiap “permohonan” yang kita panjatkan.
Inilah yang seharusnya kita lakukan untuk mencapai tahapan pertumbuhan iman kerohanian dalam hal “permohonan yang berkenan di hadapan Allah”. Kiranya Tuhan Yesus selalu menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret
34 Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.
35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.
36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ