SAUH BAGI JIWA
Prinsip Selaras
“Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota” (1 Korintus 12:14)
“Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota” (1 Korintus 12:14)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “selaras” mempunyai arti sama laras; setara; serasi sesuai; sepadan. Contoh penggambaran kata ini dapat kita lihat misalnya ketika seseorang berjalan atau berlari. Pergerakan kaki dan tangannya akan tampak selaras. Kaki kanan dan kaki kiri bergerak secara bergantian. Kaki kanan atau kaki kiri yang bergerak terlebih dahulu, lalu kaki yang satunya menyusul bergerak. Demikian juga dengan tangan yang bergantian mengayun. Gerakan ini harmonis, memungkinkan tubuh bergerak dengan efisien dan lancar.
Namun, jika kita memaksakan kedua kaki untuk bergerak bersamaan, maka kita akan terpaksa melompat-lompat. Ini tidak hanya melelahkan tetapi juga membuat pergerakan menjadi tidak efektif. Sama halnya, jika kita hanya menggerakkan satu sisi tubuh saja—misalnya kaki kanan terus-menerus—maka gerakan kita akan menjadi tidak seimbang dan sulit untuk maju. Keselarasan adalah kunci untuk pergerakan yang baik dan lancar.
Prinsip keselarasan ini juga berlaku dalam kehidupan organisasi, baik itu urusan kenegaraan, kemasyarakatan, maupun kegerejaan. Sebuah organisasi yang sehat membutuhkan pengelolaan yang selaras, termasuk dalam hal suksesi atau pergantian kepemimpinan. Dalam periode tertentu, selalu ada pergantian pengurus—yang tua digantikan dengan yang muda, atau sebaliknya, tergantung kebutuhan organisasi.
Jika proses suksesi ini berjalan dengan selaras, maka organisasi akan terus berkembang dengan baik. Para pengurus yang maju tidak bersikap pongah atau sombong, sedangkan yang mundur tidak jatuh dalam post-power syndrome atau merasa tidak lagi berguna. Sebaliknya, mereka tetap mendukung dan memberikan masukan yang berharga bagi keberlanjutan organisasi.
Gereja adalah tubuh Kristus, di mana setiap anggotanya memiliki peran unik dan saling melengkapi. Sama seperti anggota tubuh yang bekerja bersama-sama dalam harmoni, gereja juga membutuhkan kerja sama antara generasi yang berbeda dan berbagai bidang pelayanan.
Misalnya, ketika ada pergantian pemimpin dalam suatu pelayanan, proses suksesi yang selaras memastikan pelayanan tetap berjalan lancar. Pemimpin lama yang mundur dapat memberikan dukungan dengan membimbing pemimpin baru, sementara pemimpin baru dapat belajar dengan rendah hati. Dengan demikian, semangat pelayanan tidak pudar, tetapi justru semakin kuat karena adanya kerja sama yang harmonis.
Gereja sebagai tubuh Kristus harus terus menjaga keselarasan di antara anggotanya. Semua dilakukan dengan kasih, saling menghormati, dan menyadari bahwa pelayanan bukanlah tentang siapa yang paling berkuasa, tetapi tentang bagaimana setiap orang bekerja bersama untuk memuliakan Tuhan. Kiranya kita dapat menjaga keselarasan dalam gereja dan menjauhi konflik demi kemajuan gereja. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 18-19 Juli 2026
1. Bacalah renungan “RESOLUSI HIDUP”
2. Bagaimanakah resolusi dan pertumbuhan iman Anda selama setengah tahun ini? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.