SAUH BAGI JIWA
Resolusi Hidup
“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yakobus 2:22)
“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yakobus 2:22)
Ada dua pengertian tentang kata “resolusi”. Pengertian yang pertama adalah ukuran pixel dalam sebuah tampilan di layar monitor. Dan pengertian yang kedua adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Pada hari ini, yang kita akan renungkan bukan pengertian yang pertama, tapi yang kedua.
Kata resolusi ini menjadi sangat populer, apalagi ketika menjelang atau baru saja tahun baru. Banyak orang akan mendiskusikan apa resolusi mereka di tahun baru. Beberapa contoh di antaranya adalah, “Saya mau menurunkan berat badan saya 10 kg,” “Saya mau menggemukan badan 5 kg,” “Saya akan olahraga setiap hari minimal 30 menit,” “Saya ingin mulai membaca Alkitab minimal satu pasal per hari,” “Saya mau…,” “Saya akan…,” “Saya ingin…,” dan lain-lain.
Berdasarkan definisi KBBI, kita dapat menemukan kata-kata: putusan, kebulatan pendapat, permintaan, tuntutan, dan pernyataan tertulis. Jadi bisa kita sederhanakan menjadi: “Saya mengambil satu keputusan dengan kebulatan tekad dan sangat berharap hal itu akan terjadi.”
Tapi kita tidak bisa hanya diam berpangku tangan setelah membuat resolusi tersebut. Ada yang berkata, resolusi adalah seperti sebuah doa, maka ada bagian yang harus dilakukan oleh si pendoa. Ada pepatah juga berkata, “Doakan apa yang kita harapkan dan kerjakan apa yang kita doakan.” Setelah membuat sebuah tekad, kita harus mengambil langkah konkret untuk mencapainya. Resolusi tanpa tindakan hanyalah angan-angan belaka.
Sebagai contoh, jika resolusi kita adalah membaca Alkitab satu pasal setiap hari, kita perlu menetapkan waktu tertentu untuk melakukannya, mungkin di pagi hari sebelum memulai aktivitas atau di malam hari sebelum tidur. Kita juga bisa menggunakan alat bantu seperti aplikasi pengingat atau bergabung dalam komunitas yang memiliki tujuan serupa.
Di tengah-tengah perjalanan, kita mungkin akan menghadapi tantangan atau godaan yang dapat melemahkan semangat kita dan dapat membuat kita menyerah. Maka, penting untuk melibatkan Tuhan di dalamnya dengan memohon akan penyertaan dan pimpinan-Nya. Kita juga dapat melakukannya bersama dengan keluarga, teman, pasangan, atau orang lainnya agar kita tidak mudah patah semangat.
Jika kita sempat gagal di tengah jalan, jangan berputus asa. Kita dapat bangkit kembali dan menjadikan kegagalan itu sebagai pembelajaran. Karena resolusi bukan hanya tentang mencapai hasil, tapi bagaimana kita bertumbuh di dalam prosesnya.
Apa resolusi kita di tahun ini? Kiranya Tuhan menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 18-19 Juli 2026
1. Bacalah renungan “RESOLUSI HIDUP”
2. Bagaimanakah resolusi dan pertumbuhan iman Anda selama setengah tahun ini? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.