SAUH BAGI JIWA
Memetik Bulir
Bacaan Alkitab Harian –
“Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.” (Matius 12:7)
“Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.” (Matius 12:7)
Suatu ketika di hari Sabat, saat Yesus dengan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan menuju rumah ibadat orang Yahudi, laparlah mereka (Mat. 12:1, 9). Melewati ladang gandum, mereka pun memetik bulir gandum dan memakannya. Maka akhirnya, tindakan mereka ini menjadi sebuah permasalahan tersendiri bagi orang-orang Farisi.
Menurut mereka, apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus ini melanggar peraturan Taurat. Menurut peraturan, memetik bulir gandum adalah sebuah pekerjaan yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Maka Tuhan Yesus menjawab mereka dengan mengisahkan bagaimana Daud masuk ke dalam Rumah Allah dan memakan roti yang hanya boleh dimakan oleh imam. Dan juga bagaimana para imam yang melayani di dalam Bait Allah melanggar hukum Sabat, namun mereka tidak bersalah.
Dengan perkataan-Nya, Tuhan Yesus mengajak orang-orang Farisi untuk melihat kembali makna sesungguhnya dari hari Sabat yang diciptakan oleh Allah. Melalui hari Sabat-Nya, sesungguhnya Allah ingin kita berhenti dari kesibukan dan pekerjaan kita, untuk dapat mengingat akan Dia dan perhentian kekal-Nya.
Tetapi orang-orang Farisi melihat hari Sabat sebagai sebuah peraturan yang harus ditaati. Mereka pun menambahkan peraturan-peraturan lain, seperti peraturan mengenai memetik bulir yang dilakukan oleh murid-murid Yesus ini. Mereka membuat hari Sabat menjadi beban, di mana seharusnya hari Sabat adalah hari kenikmatan.
Yesaya 58:13-14 menyebutkan: “Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya.”
Hari ini, bagaimanakah kita melihat perintah Sabat yang diberikan oleh Allah? Apakah kita bisa melihat makna sesungguhnya dari hari Sabat? Jika kita datang beribadah karena kita melihatnya sebagai sebuah kewajiban, sesungguhnya hari Sabat jauh lebih bermakna dari itu.
Pada hari Sabat, kita dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan Sang Pencipta kita. Dengan menguduskan hari Sabat, kita diingatkan bahwa manusia adalah ciptaan Allah, yang diberikan istirahat jasmani dan rohani. Allah-lah yang telah menyelamatkan dan menguduskan manusia. Kita juga diingatkan tentang adanya istirahat sejati di surga. Demikianlah kita dapat menjalani hari-hari kita dalam kekudusan. Begitu banyak kebaikan di hari Sabat.
Biarlah hari ini, kita boleh menemukan makna sesungguhnya di balik perintah Sabat. Dan kita pun mau dengan setia memegang perintah-Nya untuk mengingat dan menguduskan hari Sabat-Nya. Sampai akhirnya, kita akan menikmati Sabat yang kekal di dalam Kerajaan Surga. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Murid-murid memetik gandum pada hari Sabat
1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: ”Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”
3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: ”Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ