SAUH BAGI JIWA
Mama, Kembalilah Padaku
“Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi” (Efesus 6:2-3)
“Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi” (Efesus 6:2-3)
Mama, kembalilah padaku,
hanyalah dirimu harapanku.
Oh Mama…
Mama, kembalilah padaku,
hanyalah dirimu pelita hidupku.
Paragraf di atas adalah sepenggal dari lirik lagu berjudul “Mama” yang dipopulerkan oleh salah satu penyanyi Indonesia dan dirilis di sekitar tahun 1990. Suara yang melengking menyayat hati dari lagu ini bisa dirasakan sangat menyedihkan oleh sebagian orang, terutama bagi yang sudah ditinggal ibunya pergi untuk selama-lamanya. Lagu ini dapat menyentuh hati dan mengingatkan kita akan betapa berharganya kehadiran seorang ibu dalam hidup kita.
Sosok ibu memang adalah pribadi yang tidak tergantikan. Perjuangannya dari mulai menikah, mengandung, melahirkan, merawat, dan membesarkan anaknya, bukanlah hal yang mudah. Pagi, siang, malam, tanpa hentinya seorang ibu memikirkan anak-anaknya, sampai akhirnya anak-anak tumbuh dewasa dan pergi meninggalkan ibunya untuk membangun rumah tangganya sendiri. Meskipun begitu, seorang ibu tetap selalu rindu akan anak-anaknya dan selalu mendoakan mereka.
Namun, kenyataan sering kali menunjukkan bahwa seiring waktu, perhatian anak-anak kepada ibu mereka mulai memudar. Tuntutan pekerjaan, kehidupan rumah tangga, dan kesibukan sehari-hari sering kali membuat anak-anak lupa untuk memberikan waktu bagi ibunya. Sering kali, penyesalan datang terlambat—saat ibu sudah semakin tua, sakit, atau bahkan telah tiada. Hanya setelah kehilangan itulah anak-anak menyadari betapa besar kasih dan pengorbanan yang telah diberikan oleh seorang ibu.
Maka dari itu, bagi kita yang masih mempunyai ibu, mari kita mulai memperhatikannya. Selagi beliau masih ada, hormati, kasihi, dan bahagiakanlah ibu kita (Ams 23:25). Kita tidak perlu menunggu momen istimewa atau waktu tertentu untuk menunjukkan kasih kepada ibu kita. Hal-hal kecil seperti mengunjungi, mendengarkan ceritanya, atau sekadar mengucapkan terima kasih dapat memberikan kebahagiaan besar bagi seorang ibu.
Selain itu, menghormati ibu bukan hanya tentang tindakan nyata, tetapi juga tentang cara kita berbicara dan bersikap terhadapnya. Ucapan yang lembut, penghargaan atas nasihatnya, dan rasa hormat kepadanya adalah bentuk kasih yang akan selalu dikenang olehnya.
Jangan tunggu sampai terlambat untuk memberikan kasih kepada ibu kita. Saat ibu sudah tiada, semua ucapan dan tindakan baik yang tidak sempat kita lakukan hanya akan menjadi kenangan yang tak bisa diulang. Maka, mari kita manfaatkan waktu yang ada untuk memberikan yang terbaik bagi ibu kita. Selain memberikan waktu kita, kita juga dapat membawanya dalam doa kita. Doakan kesehatan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi mereka. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 11-12 Juli 2026
1. Bacalah renungan “MAMA, KEMBALILAH PADAKU”
2. Berikan contoh perbuatan kasih yang dapat kita lakukan untuk orangtua kita dalam kehidupan sehari-hari? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.