SAUH BAGI JIWA
Rumah Seribu Cermin
“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Lukas 6:38)
“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Lukas 6:38)
Cerita Rumah Seribu Cermin adalah sebuah cerita yang mengisahkan sebuah rumah yang unik di suatu desa kecil. Dikatakan unik karena hampir di seluruh dinding rumah itu dipasang cermin. Suatu kali, ada seekor anak anjing yang lucu, riang gembira masuk ke rumah tersebut. Setiap kali ia mengibaskan ekornya, meloncat-loncat dengan gembira dan wajah ceria, cermin-cermin tersebut juga melakukan hal yang sama. Lalu anjing kecil itu suka dengan tempat itu.
Anjing kecil lainnya juga masuk ke rumah itu. Tapi berbeda dengan anjing pertama, dia terlihat muram, lesu, garang, dan menggonggong. Maka cermin-cermin itu juga memantulkan hal yang sama. Melihat pantulan tersebut, anjing kecil itu merasa takut dan marah, sehingga ia tidak suka dengan rumah cermin tersebut.
Beberapa waktu kemudian, ada dua anak kecil masuk ke dalam rumah cermin itu. Yang satu masuk dengan wajah ceria dan berkata bahwa rumah itu keren. Sedangkan yang satunya lagi terlihat murung dan berkata bahwa rumah itu sangat menakutkan.
Cerita ini bisa menjadi gambaran atau cerminan hidup kita tentang sikap kita. Saat sikap kita baik, maka banyak pula yang akan bersikap baik kepada kita. Sebaliknya saat sikap kita buruk, maka banyak pula yang bersikap kurang baik kepada kita. Apa yang kita pancarkan kepada dunia sering kali kembali kepada kita, seperti pantulan di rumah cermin tersebut. Hal ini selaras dengan apa yang tertulis dalam Matius 7:12, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Jika kita ingin mendapatkan senyuman dari orang lain, berikanlah senyuman terlebih dahulu kepada mereka. Jika kita ingin dimaafkan, maafkanlah juga orang yang telah berbuat salah kepada kita.
Namun, dalam kehidupan nyata, kita juga tahu bahwa perilaku orang lain kepada kita tidak selalu berbanding lurus dengan sikap kita. Ada kalanya kita telah bersikap baik, tetapi tetap mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan. Ketika itu terjadi, janganlah berkecil hati. Ingatlah bahwa kebaikan yang kita tunjukkan tidak selalu tentang apa yang kita dapatkan dari orang lain, tetapi tentang bagaimana kita tetap memancarkan karakter yang Tuhan kehendaki. Sebaliknya, ketika menghadapi orang yang bersikap buruk, jadikan itu kesempatan untuk menunjukkan kasih (Luk 6:27-28).
Rumah Seribu Cermin mengingatkan kita bahwa hidup ini adalah refleksi dari hati dan sikap kita. Jika kita ingin dunia lebih baik, mulailah dari diri kita sendiri. Pancarkan kasih, sukacita, dan kebaikan, sehingga dunia di sekitar kita pun menjadi lebih terang. Mari kita hidup seperti cermin yang memantulkan kasih Tuhan, di mana pun kita berada. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 11-12 Juli 2026
1. Bacalah renungan “MAMA, KEMBALILAH PADAKU”
2. Berikan contoh perbuatan kasih yang dapat kita lakukan untuk orangtua kita dalam kehidupan sehari-hari? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.