SAUH BAGI JIWA
Orang yang Terpilih
“Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: ‘Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku’” ( 1 Samuel 9:17)
“Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: ‘Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku’” (
Saul terpilih menjadi raja pertama dari bangsa Israel. Dia adalah putra Kish, seorang laki-laki dari suku Benyamin. Sebenarnya, TUHAN sedih karena umat-Nya menginginkan orang lain untuk memimpin mereka. Namun pada akhirnya, TUHAN memilih Saul sebagai raja karena dialah orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut pada saat itu.
Ketika TUHAN mengizinkan Saul menjadi raja, hal itu sesuai dengan permintaan bangsa Israel. Saul tidak lebih baik ataupun lebih buruk dari raja-raja lainnya. Saul hanya memenuhi apa yang diinginkan oleh bangsa Israel, yaitu agar bangsa tersebut dapat menjadi seperti bangsa lain yang diperintah oleh seorang raja yang terlihat.
Ketika Saul pertama kali muncul di hadapan banyak orang, dia sangat disukai. Dari penampilan luarnya, dia adalah seorang yang tampan dan tinggi. Bangsa Israel yang menginginkan dia menjadi raja hanya melihat penampilan luarnya dan bukan apa yang ada di dalam hatinya. Oleh karena itu, menjadikan Saul sebagai raja adalah pilihan terbaik bagi mereka. Namun sayangnya, dia belum diperbarui secara rohani.
Jika seseorang tidak diperbarui secara rohani, maka kecemburuan dan ketidakpercayaan akan menguasai hati kita dan menyebabkan kita berbuat banyak kesalahan dalam mengambil keputusan. Jika kita lupa bahwa Tuhan memilih kita untuk menggenapi rencana-Nya, kita mungkin akan menjadi gagal dalam memercayai Tuhan sepenuhnya. Bahkan, hal tersebut dapat membuat kita menjadi tidak taat terhadap perintah Tuhan sehingga akhirnya kita ditolak oleh Tuhan. Hal itulah yang terjadi pada Saul nantinya.
Hari ini, kita mungkin telah dipilih oleh Tuhan untuk dapat melakukan suatu tugas atau tanggung jawab tertentu, dan Tuhan telah membekali kita dengan talenta-talenta yang dapat kita gunakan. Jika kita mendapatkan tawaran untuk melakukan pelayanan, apakah kita mau mengambil kesempatan tersebut?
Tidak sampai di situ, kita juga harus terus diperbarui secara rohani. Pembaruan rohani ini penting agar hati kita tetap tertuju kepada Tuhan dan tidak bergeser kepada kepentingan diri sendiri atau penilaian dari manusia. Baik dalam keadaan berlimpah ataupun berkekurangan, pembaruan rohani ini membantu kita agar dapat tetap rendah hati dan tetap setia mengikuti perintah-Nya. Tanpa adanya pembaruan rohani, pelayanan yang kita lakukan dapat kehilangan arah dan bahkan dapat menjatuhkan kerohanian kita.
Semoga Tuhan membantu kita untuk dapat mengingat rahmat dan belas kasihan-Nya, karena Tuhan telah memilih kita untuk menjadi wadah-Nya dalam melakukan perbuatan baik. Dan kiranya semua tugas dan tanggung jawab yang kita miliki dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk bertumbuh secara rohani. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 6-7 Juni 2026
1. Bacalah renungan “ORANG YANG TERPILIH”
2. Berikan contoh bagaimanakah caranya kita dapat melakukan “pembaruan rohani” seiring dengan pelayanan yang kita lakukan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat tetap bersemangat dalam pelayanan dan terus melakukan penyempurnaan rohani.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.