SAUH BAGI JIWA
Aku Tahu Siapa yang Kupercaya
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7)
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7)
Lirik lagu pujian yang berjudul “Aku Tahu Siapa yang Kupercaya” sungguh indah dan bermakna sangat dalam. Bait pertamanya berbunyi, “Tak tahu mengapa nugrah-Nya, baik lagi indah? Aku manusia berdosa, dipilih oleh-Nya.”
Sungguh tidak ada anugerah yang lebih baik, lebih besar, dan lebih indah daripada terpilihnya kita dari sekian milyar manusia di dunia, untuk menjadi anak-anak Tuhan. Siapakah kita sehingga Tuhan memilih kita? Apa yang membuat Tuhan mau memberikan kasih karunia-Nya kepada kita? Kita ini sama seperti manusia lainnya yang penuh dosa, tapi Tuhan mau memilih kita. Inilah anugerah terbesar bagi kita, anak-anak-Nya!
Di bait kedua dikatakan, “Tak tahu mengapa kuselamat, oleh sebab iman? Roh-Nya selalu memimpinku, sentosa tak cemas.”
Oleh anugerah Tuhan, kita dipilih menjadi anak-anak-Nya. Sejak itulah jalan keselamatan kita dimulai. Dan kita hanya dapat selamat sampai di surga, apabila kita menempuh perjalanan hidup ini dengan beriman kepada Tuhan.
Tentu perjalanan hidup ini dipenuhi dengan suka dan duka. Namun, kita tidak perlu khawatir, sebab Roh-Nya akan senantiasa menyertai kita. Jika kita bersandar dan berserah kepada Tuhan, Roh Kudus akan memberikan kita damai sejahtera dan sukacita, bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Kita dapat menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya, sebab Tuhan yang memelihara kita (1 Ptr 5:7).
Kemudian pada bait ketiga dikatakan, “Tak tahu esok bagaimana, aman atau bahaya? Tuhan pasti pelihara, kasih-Nya tak ubah.”
Masa depan penuh misteri. Hari esok tidak seorang pun yang tahu. Bahkan beberapa detik ke depan dalam hidup kita pun tiada yang tahu. Namun tidak usah bimbang, sebab kita memiliki Tuhan yang tahu akan hari esok. Kita pun tahu bahwa Dia sangat mengasihi kita dan kasih-Nya tidak pernah berubah. Maka percayalah bahwa rancangan-Nya selalu baik atas kita dan Dia akan selalu menjaga kita.
Bait terakhir berbunyi, “Tak tahu kapan ku disambut bertemu dengan-Nya? Mungkin bangkit dari mati atau terus terangkat.”
Setiap perjalanan pasti ada akhirnya, pasti ada titik akhir yang dituju. Demikian pula dengan perjalanan hidup kita di dunia ini. Pasti ada tujuan akhirnya, yaitu kita akan pulang ke rumah Bapa di surga. Asalkan kita telah menjalani hidup ini sesuai dengan kehendak Tuhan, tetap berpegang pada iman, dan setia kepada-Nya sampai akhir, kapan pun Tuhan akan memanggil dan bagaimana pun cara kita pulang, kita telah siap. Kita tidak menjadi cemas atau bertanya-tanya apakah kita akan dapat pulang ke surga. Jika kita telah senantiasa berpaut kepada Tuhan, maka kita boleh merasa yakin bahwa kita pasti akan pulang ke rumah Bapa di surga.
Anugerah terbesar bagi kita adalah kenyataan bahwa Tuhan memilih kita sebagai anak-anak-Nya. Walaupun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, Tuhan akan menjaga kita, Ia memberikan Roh Kudus untuk menyertai kita. Dan di akhir perjalanan hidup, kiranya kita dapat memiliki keyakinan yang sama seperti Rasul Paulus, yaitu bahwa kita telah memelihara iman sampai di garis akhir hidup ini. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 23-24 Mei 2026
1. Bacalah renungan “JANGAN BERUBAH SETIA”
2. Berikan contoh dalam kehidupan nyata pada saat ini, hal apakah yang bisa menyebabkan seseorang berubah setia kepada Tuhan. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat tetap setia dan berpegang pada iman kita sampai pada akhirnya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.