SAUH BAGI JIWA
Jangan Berubah Setia
“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”” (Mikha 6:8)
“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”” (Mikha 6:8)
Kesetiaan. Ini adalah salah satu hal yang Tuhan tuntut dari kita, umat-Nya. Dia menghendaki agar kita menjadi anak-anak-Nya yang setia. Tidak peduli dalam keadaan susah maupun senang, kita harus selalu ada di pihak Tuhan. Jangan hanya setia di awal, kemudian berkhianat kepada Tuhan.
Pada masa awal pemerintahannya, Raja Asa melakukan apa yang baik dan benar di mata TUHAN, Allahnya. Dia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala. Dia juga memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, serta mematuhi hukum dan perintah. Selain itu, dia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan pedupaan-pedupaan dari segala kota di Yehuda.
Ketika Zerah, orang Etiopia menyerang Yehuda, Asa memohon pertolongan TUHAN. Sebab dia tahu TUHAN-nya kuat dan dapat diandalkan. Bukan hanya itu, Asa bahkan berani memecat Maakha, neneknya sendiri dari jabatan ibu suri karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Pada waktu itu, iman dan ketaatannya sungguh luar biasa.
Namun sayang, seiring berjalannya waktu, imannya kepada TUHAN semakin memudar. Terbukti ketika dia mendengar bahwa Baesa, raja Israel, hendak menyerang Yehuda, dia merasa gentar. Saat itu Asa tidak mencari TUHAN untuk mendapatkan pertolongan seperti sebelumnya, tetapi dia malah mencari Benhadad, raja Aram.
Rupanya rasa takut dan gentar telah memudarkan imannya kepada TUHAN, sehingga dia tidak percaya pada perkataan ini yang disampaikan oleh Azarya: “TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia. Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya” (2 Taw 15:2). Bahkan dia merasa sakit hati dan marah sehingga memasukkan Hanani–orang yang menegurnya–ke dalam penjara. Juga ketika dia sakit, dia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib.
Sungguh sangat disayangkan. Asa telah memulai perjalanannya dengan iman, namun pada akhirnya iman itu hilang. Apa yang terjadi pada Asa hendaknya menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan menganggap bahwa iman kita begitu kuat, sehingga tidak mungkin tergoyahkan. Ketahuilah bahwa roh memang penurut, tetapi daging lemah (Mat 26:41).
Jika kita tidak berjaga-jaga, bisa saja iman itu memudar tanpa kita sadari. Maka, tetap dekat dan senantiasa berada dalam hadirat Tuhan adalah kuncinya. Oleh karena itu, Rasul Paulus menasihati kita untuk senantiasa bergiat dalam persekutuan dengan Tuhan dan tetap berdoa. Dengan demikian, ketika Iblis mencobai, kita memiliki kekuatan untuk melawan, bahkan untuk menang. Kiranya kita dapat berlaku setia kepada Tuhan sampai akhir. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 23-24 Mei 2026
1. Bacalah renungan “JANGAN BERUBAH SETIA”
2. Berikan contoh dalam kehidupan nyata pada saat ini, hal apakah yang bisa menyebabkan seseorang berubah setia kepada Tuhan. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat tetap setia dan berpegang pada iman kita sampai pada akhirnya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.