SAUH BAGI JIWA
Iman Membuat Segalanya Mungkin
“Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20)
“Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20)
Tuhan Yesus mengatakan dengan jelas bahwa asalkan kita memiliki iman, walaupun hanya sebesar biji sesawi, itu dapat membuat hal yang tampaknya mustahil menjadi kenyataan. Tahukah Anda seperti apa biji sesawi itu? Biji sesawi bukanlah sayur sawi, seperti yang biasa kita kenal sehari-hari. Benih sesawi itu sangat kecil, hanya sekitar satu hingga dua milimeter saja ukurannya.
Sekarang kita bayangkan dengan iman yang sekecil itu saja, kita dapat memindahkan gunung. Sungguh luar biasa kekuatan iman itu! Hal luar biasa yang terjadi karena iman, banyak kita temukan di dalam Alkitab. Mari kita lihat salah satu contoh peristiwanya, yaitu peristiwa Elia dan janda Sarfat yang terdapat dalam Kitab
Janda itu hanya memiliki segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dia bermaksud untuk mengolahnya sebagai makanan terakhir bagi dia dan anaknya. Tetapi Elia datang kepadanya dan minta dibuatkan sepotong roti bundar kecil untuknya terlebih dahulu. Walaupun Elia menjanjikan bahwa tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi, tetapi untuk benar-benar melakukan permintaan Elia bukanlah hal yang mudah.
Namun, rupanya janda Sarfat ini beriman. Dia percaya pada perkataan Tuhan yang disampaikan melalui Nabi Elia dan menuruti permintaan Elia tanpa banyak bicara. Karena imannya, dia dan anaknya tidak mati kelaparan karena tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang, seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. Imannya telah menyelamatkan nyawanya dan anaknya.
Jadi jika kita ingin melihat hal-hal luar biasa terjadi dalam hidup kita, kita harus memiliki iman terlebih dahulu. Percaya dulu, baru bisa mengalami. Seperti janda Sarfat dalam peristiwa di atas, kita harus bertindak dengan iman dahulu, baru bisa melihat mukjizat.
Marilah kita periksa iman kita pada hari ini. Apakah iman kita hanya sebatas pengakuan di bibir, atau apakah kita sudah menyatakannya dalam perbuatan kita?
Kiranya kita dapat memiliki dan memelihara iman, walaupun hanya sebesar biji sesawi, sehingga kita dapat mengalami hal luar biasa serta dapat melihat mukjizat terjadi dalam hidup kita. Tuhan Yesus menyertai kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 16-17 Mei 2026
1. Bacalah renungan “BERSUKACITA DALAM PENCOBAAN”
2. Bagikanlah pengalaman bagaimana iman Anda dibentuk menjadi semakin sempurna melalui kesukaran hidup. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat kuat menghadapi setiap badai hidup dan tetap bersukacita.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.