SAUH BAGI JIWA
Bersukacita dalam Pencobaan
“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” (1 Petrus 1:6)
“Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” (1 Petrus 1:6)
Ayat di atas tentu sudah sering kita baca dan dengar, bukan? Membaca atau mengucapkannya memang mudah, tetapi untuk menerapkannya, tidak semudah itu, bahkan bisa sangat sulit. Coba bayangkan saja, bagaimana mungkin kita dapat bergembira pada saat kita sakit atau saat kita dalam kesusahan atau saat kita sedang mengalami hal yang tidak mengenakkan?
Memang benar, jika pikiran kita hanya tertuju pada kesusahan yang sedang kita alami, tentu kita tidak akan bisa merasa senang, apalagi bergembira ria. Malahan mungkin kita akan bersungut-sungut, mengeluh, mengumpat, bahkan mungkin mengutuk. Berbagai hal negatif akan memenuhi pikiran kita. Hal ini akan sangat memengaruhi suasana hati sehingga kita menjadi sedih, muram, atau berputus asa; bukan bersukacita.
Apabila kita ingin dapat merasakan sukacita di tengah pencobaan, kita harus melihat melampaui masalah yang sedang kita hadapi. Jangan hanya fokus pada keadaan yang tidak mengenakkan tersebut. Cobalah untuk merenungkan mengapa kita dapat mengalami hal tersebut? Apakah karena kesalahan kita sendiri atau kehendak Tuhan?
Jika karena kesalahan kita sendiri, maka yang pertama kali kita harus lakukan adalah mengakui dan menerima bahwa kita salah. Kemudian dengan memohon bimbingan dan pertolongan Tuhan, kita segera memperbaikinya. Namun, jika itu adalah karena kehendak Tuhan, maka ingat dan yakinlah bahwa rancangan Tuhan atas kita selalu baik. Seperti yang tercatat dalam Yeremia 29:11: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Kesadaran dan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah memberikan ujian atau mengizinkan pencobaan yang melebihi kekuatan kita (1 Kor 10:13), dapat membuat kita merasa lega dan terhibur. Dengan begitu, kita dapat menghadapi permasalahan dengan lebih baik.
Mengenali maksud dari pencobaan juga dapat membuat kita menghadapi pencobaan dengan hati yang gembira. Sebab kita tahu bahwa pencobaan-pencobaan tersebut ditujukan untuk membuktikan kemurnian iman kita. Sama seperti emas yang diuji kemurniannya dengan api, kemurnian iman kita juga tampak dari kesabaran dan ketangguhan kita dalam menghadapi setiap pencobaan.
Perlu kita ketahui bahwa tidak semua orang dilayakkan untuk menerima pencobaan sampai pada tingkat yang tinggi atau bahkan tertinggi. Sebab Tuhan memberikan ujian dan mengizinkan pencobaan sesuai dengan kapasitas iman kita masing-masing. Untuk dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi, seseorang harus berhasil atau menang di tingkat sebelumnya. Jadi, jika kita mengalami ujian atau pencobaan yang semakin lama semakin banyak dan berat, itu berarti kita dalam proses untuk naik ke tingkatan iman yang lebih tinggi lagi. Bukankah hal ini yang dirindukan oleh setiap umat Kristen sejati?
Setelah kita mengerti maksud dari pencobaan-percobaan tersebut, barulah kita dapat memiliki pandangan yang berbeda tentangnya. Pencobaan bukanlah hal yang mendukakan dan patut dihindari, melainkan sebagai sarana yang diperlukan untuk membuktikan iman kita dan merupakan proses yang harus kita lalui untuk mencapai kesempurnaan atau keserupaan dengan Kristus (Mat 5:48).
Kiranya setelah mengetahui kebenaran ini, kita dapat belajar untuk tetap bersukacita di tengah pencobaan-pencobaan yang kita alami. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 16-17 Mei 2026
1. Bacalah renungan “BERSUKACITA DALAM PENCOBAAN”
2. Bagikanlah pengalaman bagaimana iman Anda dibentuk menjadi semakin sempurna melalui kesukaran hidup. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat kuat menghadapi setiap badai hidup dan tetap bersukacita.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.