SAUH BAGI JIWA
Berkat bagi Orang Saleh
“Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya” (Yohanes 9:31)
“Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya” (Yohanes 9:31)
Hizkia adalah raja ke-13 dari kerajaan Yehuda. Dia adalah anak Ahas. Dia berumur dua puluh lima tahun saat menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Hizkia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. Apa sajakah yang dilakukan oleh Hizkia?
Pada awal pemerintahannya, dia menguduskan kembali rumah TUHAN. Dia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya. Kemudian dia memanggil dan memerintahkan para imam dan orang-orang Lewi untuk menguduskan diri mereka serta menguduskan rumah TUHAN. Sejak itu, ibadah di rumah TUHAN ditetapkan kembali.
Selanjutnya, Hizkia merayakan kembali Paskah bagi TUHAN, yang sejak zaman Salomo tidak pernah terjadi. Dia mengirim pesan kepada seluruh orang Israel dan Yehuda, bahkan menulis surat kepada orang Efraim dan Manasye supaya mereka datang merayakan Paskah bagi TUHAN, Allah orang Israel, di rumah TUHAN di Yerusalem.
Kemudian dia memerintahkan untuk meremukkan segala tugu berhala, menghancurkan segala tiang berhala, dan merobohkan segala bukit pengorbanan dan mezbah di seluruh Yehuda dan Benyamin, juga di Efraim dan Manasye, sampai musnah semuanya.
Dia juga memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran, dan sekaligus memerintahkan rakyat untuk memberikan sumbangan yang menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi, supaya mereka dapat mencurahkan tenaganya untuk melaksanakan Taurat TUHAN.
Dan terakhir, ketika Sanherib, raja Asyur hendak menyerbu Yehuda, Hizkia dengan sekuat tenaga membangun kembali tembok seluruh tembok yang telah terbongkar, mendirikan menara di atasnya dan tembok yang lain di luarnya. Dia membuat lembing dan perisai dalam jumlah besar. Tapi yang terpenting dari semua itu, Hizkia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, melainkan dia percaya bahwa ada TUHAN yang menyertainya dan bangsanya (2 Taw 32:7-8).
Melalui perbuatan-perbuatannya, kita dapat melihat bahwa Hizkia adalah orang yang benar-benar takut akan TUHAN. Dia sungguh-sungguh berpegang pada perintah TUHAN dan melakukan kehendak-Nya. Dia sungguh-sungguh percaya kepada TUHAN dan taat. Itulah sebabnya TUHAN menyertai dan memberkatinya, sehingga dia dapat dibebaskan dari cengkeraman raja Asyur dan mengalahkan orang Filistin. Betapa diberkati dan diperkenannya Hizkia oleh TUHAN, sehingga TUHAN menyembuhkannya dari sakit, bahkan memperpanjang umurnya sampai lima belas tahun lagi (Yes 38:5).
Tentunya kita pun ingin menjadi seorang yang disertai dan diberkati oleh Tuhan seperti Hizkia. Oleh karena itu, marilah kita menjadi seorang yang setia dan saleh, yang takut akan Tuhan, dan yang senantiasa melakukan kehendak-Nya. Memang hal ini tidak mudah. Namun, jika kita bersikap saleh, niscaya Tuhan pun akan berkenan kepada kita dan mau mendengarkan permohonan kita. Dia akan memberkati kita sama seperti Dia memberkati Hizkia. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 9-10 Mei 2026
1. Bacalah renungan “BERKAT BAGI ORANG SALEH”
2. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, bagaimanakah sikap dan tindakan orang yang saleh? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat menjadi orang-orang yang saleh yang dikenan oleh Tuhan.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.