SAUH BAGI JIWA
Prajurit-Prajurit Kristus
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2 Timotius 2:3)
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2 Timotius 2:3)
Sebuah negara memerlukan pertahanan yang cukup kuat untuk melindungi rakyatnya dari serangan musuh, baik serangan dari luar maupun dari dalam. Untuk pertahanan dan perlindungan ini, dibutuhkan orang-orang yang gagah berani, tidak mudah menyerah, dan rela berkorban bagi bangsa dan negaranya. Mereka dikenal sebagai prajurit. Mereka adalah orang-orang yang menerima pendidikan militer dan berperan utama dalam menjaga pertahanan suatu negara.
Para prajurit ini memiliki tantangan di dalam tugasnya, baik itu tantangan fisik, mental, psikologis, geografis, sosial, dan juga politik. Mereka bahkan harus meninggalkan keluarga mereka berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Tempat tinggal dan makanan mereka juga yang sekadarnya saja dan mereka jauh dari yang namanya tidur nyenyak.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita juga adalah para prajurit. Namun, kita bukanlah prajurit yang bertugas untuk menjaga pertahanan suatu negara, melainkan para prajurit Kristus yang siap berperang dalam pengabaran Injil.
Rasul Paulus menuliskan: “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” Sebagai prajurit, kita harus dapat bertahan dalam penderitaan. Fokus pikiran kita harus diberikan pada misi kita, bukan pada hal-hal lain. Kita harus mematuhi perintah Komandan kita, tanpa bertanya atau membantah.
Dalam mengerjakan tugas pelayanan, termasuk dalam pengabaran Injil, Rasul Paulus memberikan nasihat kepada Timotius–juga kepada kita semua, agar kita bersikap seperti seorang prajurit. Kita harus siap siaga, tegap berdiri, dan berfokus kepada misi pelayanan kita. Jangan sampai dalam tugas pelayanan dan pengabaran Injil, kita malah lebih berfokus akan kehidupan jasmani daripada peperangan Injil yang kita hadapi. Jika demikian, waktu, tenaga, dan pikiran kita tidak tercurah dalam misi yang seharusnya kita emban. Selain itu, kita juga menjadi tidak akan mendengarkan suara Komandan kita, yaitu Tuhan Yesus, melainkan lebih mementingkan keinginan daging kita.
Tuhan Yesus adalah Raja dan Juruselamat kita. Ia telah terlebih dahulu menderita bagi kita dan telah menang mengalahkan maut. Ia telah mati dan bangkit untuk memberikan kita kehidupan kekal. Oleh karena itu, walaupun kita harus melalui berbagai penderitaan dalam pengabaran Injil, marilah kita ingat bahwa penderitaan tersebut adalah untuk tujuan yang mulia, yaitu agar orang lain juga memperoleh keselamatan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Apabila kita bertahan dalam penderitaan pelayanan dan pengabaran Injil ini, kita akan bersama-sama memerintah bersama dengan Kristus. Maka, mari kita tetap bertahan di tengah-tengah penderitaan dan tetap bersikap sebagai seorang prajurit Kristus yang baik. Dengan demikian, nama Tuhan Yesus akan terus dipermuliakan dalam kehidupan kita dan dalam pelayanan kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 9-10 Mei 2026
1. Bacalah renungan “BERKAT BAGI ORANG SALEH”
2. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, bagaimanakah sikap dan tindakan orang yang saleh? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat menjadi orang-orang yang saleh yang dikenan oleh Tuhan.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.