SAUH BAGI JIWA
Allah Memperlengkapi Kepunyaan-Nya
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Timotius 3:16)
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Timotius 3:16)
Jika kita mempunyai pilihan, setiap orang tentu memilih jalan yang mudah dan rata. Namun, pertanyaan terpenting dalam hidup bukanlah seberapa nyaman jalannya, melainkan apakah jalan itu mengarah kepada tujuan yang benar. Tuhan Yesus pernah mengingatkan dalam Matius 7:14, “…karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan.” Rute yang mengarah kepada kehidupan kekal memiliki jalan yang tidak mudah.
Di akhir zaman ini, tantangan hidup semakin kompleks. Dunia digital membuka celah bagi godaan untuk menyerang lebih tajam, konstan, dan tersembunyi. Cobaan hari ini tidak hanya menyebabkan penderitaan secara fisik, tapi juga berdampak terhadap emosional dan psikologis kita. Lalu, bagaimana kita dapat tetap setia dan bertahan dalam mengikuti Tuhan di tengah arus yang kian deras dan bertambah jahat ini?
Rasul Paulus menasihati Timotius untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah ia terima dan yakini, serta mengingat bahwa dari kecil ia sudah mengenal Kitab Suci. Bagi Paulus, firman Tuhan bukanlah sekadar teori, melainkan perlengkapan navigasi yang bekerja seperti GPS dalam perjalanan iman kita. Firman Tuhan berfungsi untuk mengajar, yaitu untuk menunjukkan arah jalan yang benar sejak langkah pertama; untuk menyatakan kesalahan, atau memberikan peringatan saat kita mulai menyimpang; untuk memperbaiki kelakukan, yaitu menunjukkan rute agar kembali ke jalur yang benar; dan untuk mendidik dalam kebenaran–membentuk karakter agar tidak mudah tersesat.
Menjelang akhir hayatnya, Paulus menulis satu pernyataan kemenangan: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Tim 4:7). Ia taat mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar sampai akhir. Dengan kerelaan dan sukacita, Paulus melewati proses pelatihan rohani dari firman Tuhan, menuju kedewasaan dan kesempurnaan rohani yang Allah tentukan baginya.
Dalam latihan seorang atlet, pelatih akan mengkritik gerakan yang salah, mengoreksi posisi tubuh, dan melatihnya berulang-ulang dengan tingkat disiplin yang tinggi. Proses ini sering kali melelahkan, membuat otot terasa sakit, dan menguras banyak waktu serta energi. Namun, justru melalui ketidaknyamanan inilah otot akan terbentuk dan atlet tersebut dapat siap untuk menghadapi pertandingan.
Begitu pula dengan kehidupan rohani kita. Melalui latihan iman yang intensif, ‘otot rohani’ kita akan dibentuk. Iman kita tidak lagi rapuh atau bergantung pada suasana hati, melainkan menjadi tangguh, karena telah ditempa dalam kebenaran.
Jika hari ini proses latihan iman kerohanian kita terasa berat, ingatlah bahwa seorang pelatih hanya memberikan latihan berat kepada atlet yang ia persiapkan untuk menjadi seorang pemenang. Mari kita juga ingat bahwa firman Tuhan diberikan kepada kita sebagai perlengkapan rohani dan sumber kekuatan transformatif dalam hidup kita. Apakah kita mau dibangun dan dibentuk agar menjadi seorang pemenang yang tangguh? Kiranya Tuhan menyertai kita dalam proses ini. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 2-3 Mei 2026
1. Bacalah renungan “ALLAH MEMPERLENGKAPI KEPUNYAAN-NYA”
2. Dari
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat terus bersemangat untuk mempelajari Firman Tuhan setiap harinya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.