SAUH BAGI JIWA
Pelita Tubuh
“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Matius 6:22)
“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Matius 6:22)
Dalam ayat emas kita pada hari ini, dituliskan bahwa mata adalah pelita tubuh. Jika mata kita baik, maka seluruh tubuh kita terang. Selain dalam Kitab Matius, Kitab Lukas juga mencatatkan perihal ‘mata yang baik’. Lukas 11:34 menuliskan: “Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.”
Tapi apa maksudnya? Apakah sedang membicarakan tentang kesehatan mata? Atau apakah tentang bentuk mata yang indah? Bukan, melainkan masalah mata dengan harta kekayaan.
Beberapa ayat sebelumnya, yaitu Matius 6:19-21, membicarakan tentang hal mencari kekayaan. Ayat-ayat ini mengingatkan kita untuk tidak mengumpulkan harta di bumi. Tapi, bukankah kita bekerja agar kita dapat makan dan agar kita dapat menabung? Bukankah kita giat bekerja untuk masa depan? Apakah itu berarti ketika kita dapat uang, kita boleh menghabiskannya?
Matius 6:21 berkata: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Bukan berarti kita tidak boleh bekerja keras dan menabung untuk masa depan. Hal yang perlu kita perhatikan adalah di mana kita meletakkan hati kita. Jika kita menaruhnya pada harta, maka kita tidak akan dapat apa-apa, karena harta tidak bersifat kekal dan tidak dapat kita bawa ketika kita mati.
Apa yang kita lihat akan diproses dalam otak, lalu kemudian dapat masuk ke hati nurani dan dapat memengaruhi keputusan kita untuk melakukannya atau tidak. Jika mata kita baik, maka kita tidak akan berlaku macam-macam. Sedangkan mata yang jahat akan membuat kita mudah jatuh ke dalam berbagai godaan. Oleh karena itu, kita perlu jaga baik-baik mata kita.
TUHAN berpesan, ketika menjatuhkan kota Yerikho, bangsa Israel tidak boleh mengambil barang-barang yang dikhususkan. Tapi, Akhan melihat hal-hal yang indah. Dia melihat, tertarik, mengingini, dan akhirnya mengambilnya. Inilah contoh bagaimana jika kita tidak menggunakan mata kita dengan baik, sehingga kita dapat jatuh ke dalam keserakahan.
Iblis juga membawa Yesus naik gunung tinggi untuk melihat kerajaan dunia dengan kemegahannya, supaya Yesus kagum dan terpesona, sehingga ingin memiliki. Semuanya akan diberikan, dengan syarat meninggalkan Allah dan menyembah si jahat. Ini adalah contoh lainnya bagaimana karena melihat, dapat timbul perasaan mengingini, lalu kita menjadi dicobai dan jatuh. Ingatlah bahwa keinginan mata bukan berasal dari Allah (1 Yoh 2:16).
Jika mata kita jahat, maka keadaan akan menjadi buruk. Seluruh tubuh kita akan menjadi gelap. Terang yang ada dalam diri kita tertutupi oleh bagian gelap. Mata jahat kita akan menjadi sakit, buram, sampai lama-lama menjadi buta. Maka, jika mata kita sakit, segeralah obati. Jika mata kita gelap, segeralah bersihkan. Jangan sampai kita diperhamba oleh keinginan mata, yang dapat membuat kita menjadi hamba dosa.
Terang dan gelap tidak sama. Keinginan Allah dan keinginan dunia bertolak belakang. Kita tidak dapat mengabdi pada dua tuan (Luk 16:13). Kita harus mengorbankan salah satunya. Belajarlah untuk setia pada Kristus. Kiranya kita tidak terpesona oleh dunia. Jagalah mata kita karena mata adalah pelita tubuh yang dapat memengaruhi kerohanian kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 25-26 Mei 2026
1. Bacalah renungan “APABILA KAMU MENJADI MARAH”
2. Apa yang dapat kita lakukan agar bisa lebih sabar dan tidak cepat menjadi marah? Setiap anggota keluarga boleh berbagi pendapatnya.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat lebih baik lagi dalam menguasai diri menghadapi amarah.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.