SAUH BAGI JIWA
Ketika Pamer Membuka Pintu Bahaya
“Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN” (Yesaya 39:6)
“Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN” (Yesaya 39:6)
Raja Hizkia dikenal sebagai seorang raja yang taat dan sungguh-sungguh mencari TUHAN. Ia pernah mengalami mukjizat besar, yaitu hidupnya diperpanjang lima belas tahun setelah hampir mati karena sakit. Bahkan, bangsa Yehuda juga diselamatkan dari tangan Asyur.
Namun, di tengah keberhasilan dan berkat itu, ia melakukan satu kesalahan fatal. Ketika utusan Babel datang, Hizkia menyambut mereka dengan penuh kebanggaan. Lalu, ia memperlihatkan seluruh harta perbendaharaan, gudang senjata, dan segala kemegahan istananya.
Sekilas, tindakan ini tampak wajar. Hanya ada seorang raja yang menunjukkan kejayaan negerinya kepada tamu asing. Namun di mata Tuhan, itu adalah bentuk kesombongan. Hizkia lupa bahwa segala kekayaan, kuasa, dan kesembuhan berasal dari Allah. Ia malah menggunakan berkat itu untuk membanggakan diri. Nabi Yesaya pun menegurnya dengan nubuat pahit. Nubuat tersebut menyatakan bahwa semua yang Hizkia miliki dalam istananya dan semua yang telah disimpan oleh nenek moyangnya akan dirampas oleh Babel kelak, bahkan keturunan yang akan diperolehnya akan menjadi tawanan di istana raja Babel.
Dalam kehidupan modern, fenomena flexing, pamer harta, pamer prestasi atau pencapaian, dan sebagainya, terjadi semakin marak, terutama di media sosial. Melalui apa yang mereka miliki, banyak orang seolah-olah berlomba untuk mendapatkan pengakuan, pujian, atau agar ditakuti.
Tapi, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kesombongan membuka pintu bahaya. Apa yang kita tonjolkan dengan sombong dapat menjadi sumber kelemahan kita. Selain itu, Allah pun menentang orang yang congkak (Yak 4:6).
Alkitab mengajarkan hal yang sebaliknya, yaitu tentang kerendahan hati. Tuhan tidak melarang kita untuk menikmati berkat-Nya, tapi Ia ingin agar kita tetap melekat pada diri-Nya, bukan pada apa yang kita miliki. Kita perlu ingat bahwa apa yang kita miliki, semuanya itu berasal dari Tuhan. Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk memegahkan diri kita sendiri. Rasul Paulus juga menasihati dalam
Mari kita belajar dari tokoh Hizkia, agar kita tidak jatuh pada jebakan kesombongan. Segala sesuatu yang kita miliki hanyalah titipan Tuhan yang dapat hilang dalam sekejap. Oleh karena itu, lebih baik kita menggunakan berkat tersebut untuk melakukan pelayanan, untuk menolong sesama, dan untuk mengarahkan orang kepada Kristus. Dengan demikian hidup kita bukan menjadi ajang pamer, melainkan menjadi sebuah kesaksian tentang kasih karunia Allah. Tuhan Yesus memberkati. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 11-12 April 2026
1. Bacalah renungan “KETIKA PAMER MEMBUKA PINTU BAHAYA”
2. Berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kita dapat menggunakan harta kita untuk pelayanan, menolong sesama, ataupun mengarahkan orang pada Kristus? Setiap anggota keluarga boleh berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat memuliakan nama Tuhan melalui harta yang Tuhan berikan kepada kita.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.