SAUH BAGI JIWA
Sepersekian Detik yang Menentukan
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (1 Korintus 9:24)
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (1 Korintus 9:24)
Dalam dunia atletik, sepersekian detik dapat jadi pemisah antara sejarah dan sekadar partisipasi. Muhammad Zohri, sprinter kebanggaan Indonesia, mencatatkan waktu 10.03 detik untuk lari 100 meter. Ini adalah rekor nasional yang luar biasa! Jika dibandingkan dengan rekor dunia milik Usain Bolt yang menembus 9.58 detik, maka akan ada selisih 0.45 detik. Angka ini mungkin tampak kecil di atas kertas, namun di lapangan, perbedaan ini sangat besar. Selisih kecil ini dapat menentukan apakah seseorang akan berdiri di podium atau tercatat sebagai peserta lomba.
Demikian pula dalam kehidupan rohani. Rasul Paulus menggambarkan kehidupan iman seperti perlombaan. Kita semua berlari, tapi hanya mereka yang berlari dengan sungguh-sungguh yang akan memperoleh mahkota kekal. Maka, Paulus tidak berlari tanpa tujuan dan ia bukan petinju yang sembarangan saja memukul (1 Kor 9:26).
Dalam pandangan manusia, kelalaian kecil, waktu yang ‘hanya sebentar’, atau kompromi ringan terhadap kebenaran mungkin terlihat sepele. Namun dalam perspektif kekekalan, hal tersebut dapat menjadi selisih yang menentukan: bukan antara juara atau peserta, tapi antara selamat atau binasa. Satu keputusan kecil yang salah, jika dibiarkan terus-menerus, dapat menjauhkan seseorang dari garis finish yang telah Tuhan tetapkan.
Bayangkan seorang pelari yang gagal lolos ke babak final hanya karena terlambat sepersepuluh detik. Pelari tersebut mungkin akan menyesal dan berharap kalau saja dia berlari dengan lebih bersungguh-sungguh. Bukankah juga menyedihkan apabila seseorang kehilangan kesempatan kekal hanya karena menunda pertobatan, mengabaikan ibadah, atau tidak setia dalam hal-hal kecil? Penyesalan tersebut mungkin tidak datang secara langsung, tapi nanti ketika sudah tidak ada kesempatan lagi.
Bukan saja saat pertandingan, tapi sebelum bertanding pun, para olahragawan harus melakukan latihan intensif agar dapat memenangkan perlombaan. Paulus melatih tubuhnya dan menguasainya, agar setelah memberitakan Injil, ia sendiri jangan ditolak (1 Kor 9:27).
Begitu pula dengan kita. Agar dapat berhasil memenangkan perlombaan, kita harus mempersiapkan diri kita dengan baik, berlari dengan arah yang benar, dan berfokus pada tujuan kekal, yaitu keselamatan jiwa kita. Oleh karena itu, selama kita masih ada waktu dan kesempatan, mari kita latih diri kita dengan bersikap tetap taat dan setia kepada Tuhan.
Dalam perlombaan iman, selisih kecil pun dapat menjadi penentu abadi. Jangan abaikan waktu yang kita miliki, jangan tunda ketaatan. Larilah sedemikian rupa, supaya kita dapat memperoleh mahkota kemenangan. Tuhan Yesus memberkati. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 11-12 April 2026
1. Bacalah renungan “KETIKA PAMER MEMBUKA PINTU BAHAYA”
2. Berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari bagaimana kita dapat menggunakan harta kita untuk pelayanan, menolong sesama, ataupun mengarahkan orang pada Kristus? Setiap anggota keluarga boleh berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat memuliakan nama Tuhan melalui harta yang Tuhan berikan kepada kita.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.