SAUH BAGI JIWA
Bacaanmu Cerminan Hidupmu
“Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Mazmur 1:2)
“Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Mazmur 1:2)
Kita sering mendengar pepatah yang berbunyi: ‘Kamu adalah apa yang kamu makan.’ Itu berarti apa yang kita konsumsi menentukan kesehatan tubuh kita. Jika kita sering memakan makanan yang kurang gizi atau junk food, maka kesehatan kita mungkin akan menjadi tidak baik, baik dalam jangka waktu pendek ataupun panjang. Sedangkan apabila kita mengonsumsi makanan sehat, maka kesehatan kita cenderung akan terjaga dengan baik.
Tapi bukan hanya tentang apa yang kita makan, pepatah serupa dalam versi lainnya berbunyi: ‘Kamu adalah apa yang kamu baca.’ Apa yang kita baca, termasuk apa yang kita konsumsi lewat media sosial, tidak hanya membentuk pikiran, tapi juga membentuk hati dan arah hidup kita.
Dunia digital saat ini menawarkan bacaan tanpa batas. Dalam sekali geser layar, kita dapat membaca kutipan motivasi, berita politik, teori konspirasi, bahkan ujaran kebencian yang dibungkus dengan cerdas. Tanpa sadar, semua itu memengaruhi cara kita berpikir, cara kita mengambil keputusan, dan bagaimana kita menilai orang lain. Hal ini bahkan dapat mengubah arah iman kita–apakah semakin dekat kepada Tuhan atau justru semakin menjauh daripada-Nya.
Mazmur 1 memberi peta hidup yang jelas. Pada ayat yang pertama dituliskan: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.” Sebaliknya, dalam ayat kedua, dijelaskan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang kesukaannya adalah firman TUHAN dan yang merenungkannya siang dan malam. Bacaan rohani yang baik, seperti dari Alkitab atau dari sumber-sumber pendukung lainnya, akan menumbuhkan iman yang sehat dan kuat, seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.
Jika kita terus-menerus membaca hal-hal yang penuh dengan kemarahan, kecurigaan, fitnah, atau semacamnya, jangan heran bila hidup kita dipenuhi dengan rasa cemas, marah, dan pesimisme. Namun, jika yang kita baca dapat membangun iman, memperluas kasih, dan meneguhkan harapan, maka hidup kita akan memancarkan damai dan sukacita dari Tuhan.
Oleh karena itu, mari kita periksa kembali diri kita. Apa yang paling sering kita baca setiap hari? Apakah itu mendekatkan diri kita kepada kehendak Tuhan atau malah menjauhkan? Mari kita isi pikiran kita dengan firman-Nya dan bacaan yang menyehatkan kerohanian, agar hati kita tetap terarah pada jalan yang benar. Jangan biarkan jari dan mata kita menggiring jiwa kita ke jalan yang salah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 4-5 April 2026
1. Bacalah renungan “BACAANMU CERMINAN HIDUPMU”
2. Bacaan atau tontonan apa yang seringkali Anda lihat setiap harinya? Setiap anggota keluarga boleh berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat membaca Firman-Nya setiap hari.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.