SAUH BAGI JIWA
Sikap dalam Doa
“Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Kolose 4:2)
“Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Kolose 4:2)
Hana adalah seorang perempuan yang awalnya tidak memiliki keturunan, sebab TUHAN telah menutup kandungannya. Tahun demi tahun, Hana pergi ke rumah TUHAN. Pada suatu kali, ia berdoa sambil menangis tersedu-sedu. Ia terus-menerus berdoa, memohon kepada TUHAN agar diberikan seorang anak laki-laki (1 Sam. 1:11-12).
Doa yang dipanjatkan Hana merupakan doa dengan kesedihan mendalam. Ia mencurahkan isi hatinya yang penuh putus asa, sehingga ia berdoa sangat lama. Saking lamanya, ia dikira mabuk oleh Imam Eli karena mulutnya berkomat-kamit tanpa suara.
Sebagai seorang perempuan, tidak memiliki keturunan merupakan suatu beban dan kesedihan yang mendalam. Mereka yang memiliki kondisi demikian mungkin merasa bahwa diri mereka bukan seseorang yang ‘utuh’ atau ‘sempurna’. Belum lagi mereka harus menghadapi tanggapan-tanggapan yang tidak mengenakkan dari orang-orang sekitar.
Kita pun masing-masing mempunyai pergumulan atau permasalahan masing-masing. Melalui cerita Hana, kita dapat belajar untuk menyerahkan apa yang sedang menjadi pergumulan kita kepada Tuhan. Kita bawa setiap kekhawatiran dan permohonan kita kepada-Nya dengan tekun berdoa, karena Tuhanlah yang memelihara kita (1 Ptr. 5:7).
Rasul Paulus mengajarkan agar kita bertekun dalam doa dan berjaga-jaga sambil mengucap syukur. Ia juga meminta kepada jemaat Kolose untuk mendoakan dirinya dan rekan-rekan sepelayanannya, supaya Allah membukakan pintu untuk pemberitaan Injil (Kol. 4:3).
Mendoakan orang lain adalah salah satu sikap berdoa yang memang harus kita lakukan. Yakobus 5:16 menasihati dan mengingatkan kita: “Karena itu hendaklah kamu…saling mendoakan…Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Dari hal ini, kiranya kita dapat belajar untuk tidak hanya memusatkan doa kita kepada diri sendiri, melainkan juga untuk orang-orang yang ada di sekitar kita. Kita dapat mendoakan keluarga serta kenalan kita yang belum percaya, mereka yang sedang sakit atau sedang mempunyai masalah, dan juga kemajuan gereja serta para hamba Tuhan.
Dengan bertekun dalam doa, kita dapat menjaga iman kerohanian kita, karena doa adalah napas hidup orang Kristen. Jika tidak ada udara, bagaimana manusia dapat hidup? Demikian pula, jika tidak ada kehidupan doa, bagaimana kehidupan rohani seorang anak Tuhan dapat hidup? Tanpa air, tanaman akan layu dan mati. Tanpa doa, kehidupan rohani kita perlahan tapi pasti juga akan mati. Selain itu, dengan mendoakan orang lain, hal ini membuktikan bahwa kita bukanlah pribadi yang egois, melainkan pribadi yang mengasihi orang lain, seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.
Marilah kita semua semakin bertekun dalam doa. Bangunlah kehidupan doa dalam Roh setiap hari. Kiranya doa yang kita panjatkan juga tidak hanya berfokus pada diri sendiri, namun marilah kita juga turut mendoakan orang lain. Damai sejahtera dari Tuhan beserta kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 28-29 Maret 2026
1. Bacalah renungan “SIKAP DALAM DOA”
2. Selain untuk diri kita, siapa saja yang perlu kita doakan? Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Berdoalah untuk iman kerohanian kita dan juga orang lain.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.