SAUH BAGI JIWA
Anekdot Ikan Menggelepar
“Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya” (Amsal 18:13)
“Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya” (Amsal 18:13)
Sekelompok ikan yang sedang berenang tiba-tiba berhenti dan saling memandang satu sama lain. Lalu mulailah mereka masing-masing berbicara bergantian, dimulai dari ikan A yang mengatakan, “Wow, lihat, ada ikan yang sedang akrobat!” Ikan B menyahut, “Keren apanya? Itu ikan lebay, berenang banyak gaya.” Ikan C kemudian menambahkan, “Bukan, itu ikan yang sedang mabuk.” Terakhir, ikan D berkata, “Ah, itu mah ikan yang cari perhatian. Sudah sering lihat ikan seperti itu.”
Setelah keempatnya selesai berbicara, tiba-tiba ikan yang mereka bicarakan itu dengan secepat kilat menghilang terangkat ke atas air. Lalu seekor ikan lain datang dan memberi kabar kepada mereka bahwa ikan tersebut baru saja menjadi korban kail pancing seorang nelayan. Ikan A, B, C, dan D akhirnya menyadari bahwa ikan yang menggelepar tadi adalah ikan yang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari kail pancing seorang nelayan.
Anekdot ini bisa menjadi sebuah pelajaran moral bagi kita. Kita sering bertemu dengan orang yang kita anggap aneh. Mungkin dia terlihat banyak tingkah, lebay, cari perhatian, atau yang lainnya. Biasanya kita akan langsung mengambil keputusan negatif–mirip dengan cerita di atas. Jarang sekali kita berpikir dan bertanya kepada orang tersebut mengapa ia menjadi seperti itu. Mungkin ia sedang menghadapi banyak masalah, entah itu masalah ekonomi, kesehatan, keluarga atau yang lainnya. Tapi tanpa mengetahui alasan sesungguhnya, terkadang kita dapat dengan cepat menyimpulkan dan secara tidak langsung menghakimi orang tersebut.
Dalam Alkitab, kita juga bisa menemukan sebuah contoh serupa, yaitu ketika Ayub yang sedang berhadapan dengan banyak masalah, didatangi sahabat-sahabatnya–Elifas, Bildad, dan Zofar. Alih-alih memberikan dukungan, mereka malah menghakimi Ayub, menyatakan bahwa penderitaan yang ia derita pasti akibat dosa atau kesalahan yang telah ia lakukan. Kemudian Tuhan menegur sahabat-sahabat Ayub karena perkataan mereka yang tidak benar tentang Tuhan (Ayb 42:7-8).
Setiap orang memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing. Janganlah kita terburu-buru menilai seseorang hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan. Karena apa yang terlihat di permukaan tidak selalu menggambarkan keadaan sebenarnya. Ada banyak hal yang tersembunyi di balik tindakan atau perilaku seseorang, yang mungkin tidak kita pahami.
Kita dapat belajar untuk mendengar, memahami, dan berempati. Sebagai seorang Kristen, kita diajarkan untuk mengasihi Tuhan dan sesama (Mat 22:37-39). Hendaklah kita secara nyata memberikan kasih kepada setiap orang–salah satu caranya adalah dengan tidak cepat menghakimi. Dengan begitu, tidak hanya kita menjadi pribadi yang lebih bijak, tapi juga membawa dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita. Sehingga apa yang kita lakukan kepada orang lain dapat menyatakan kasih Tuhan yang berada di dalam kehidupan kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 21-22 Maret 2026
1. Bacalah renungan “ANEKDOT IKAN MENGGELEPAR”
2. Berikanlah contoh “apa yang tampak di permukaan tidak selalu menggambarkan keadaan yang sebenarnya”. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat lebih bijaksana dalam menilai segala sesuatunya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.