SAUH BAGI JIWA
Penampi
“Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan” (Lukas 3:17)
“Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan” (Lukas 3:17)
Penampi adalah salah satu alat untuk memisahkan antara padi yang berisi dengan padi yang kosong, juga debu dan kulit padi. Bentuk penampi ada beberapa macam, ada yang berupa sekop garpu, tampah dari anyaman bambu, atau dari bahan plastik. Bentuknya tidak terlalu penting. Hal yang lebih penting adalah fungsi dan hasilnya: padi atau gandum akan dilindas oleh papan eretan sehingga bulir-bulirnya lepas.
Kemudian penampi digunakan untuk melemparkan gandum ke udara berlawanan dengan arah angin. Padi atau gandum kosong, kulit padi atau gandum, dan debu akan terbang terbawa angin, sedangkan bulir padi atau gandum yang berisi penuh akan jatuh ke lantai pengirikan atau tetap berada di alat penampi. Padi yang berisi akan dikumpulkan ke lumbung, sedangkan yang kosong atau sekam akan dibakar suatu hari.
Perumpamaan menggunakan alat penampi ini menggambarkan tentang kualitas iman kita. Iman yang bekerja sama dengan perbuatan adalah seperti gandum atau padi yang berisi dan yang akan disimpan di lumbung. Itu artinya Tuhan sangat menghargainya dan kita dapat masuk dalam rumah Bapa di surga.
Sedangkan padi atau gandum kosong menggambarkan orang percaya tanpa iman. Selain itu, hal tersebut juga dapat menggambarkan iman yang kosong atau tanpa perbuatan. Dan yang demikian tidak akan dihargai Tuhan. Bahkan, berdasarkan ayat bacaan kita pada hari ini, dituliskan bahwa “debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
Iman seperti apakah yang kita miliki sekarang ini? Apakah iman yang seperti gandum atau padi yang berisi? Atau apakah iman yang seperti gandum atau padi yang kosong? Kita bisa merenungkan hal ini.
Orang yang seperti gandum atau padi yang kosong tetap datang ke gereja, tapi hal itu hanya sebatas kebiasaan. Ketika diperhadapkan dengan sebuah masalah, dia juga akan mudah merasa putus asa dan takut, karena ia tidak memiliki dasar kepercayaan bahwa Tuhan selalu menyertainya.
Di sisi lainnya, orang yang seperti padi atau gandum yang berisi memiliki iman yang hidup dan menuangkannya ke dalam perbuatan nyata. Dia tidak hanya datang ke gereja sebagai bentuk kebiasaan, tapi juga mengaplikasikan kebenaran yang telah dia dengarkan. Ketika menghadapi kesulitan, ia tetap teguh karena percaya bahwa Tuhan selalu ada bersamanya dan semua yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang indah.
Maka, mari kita periksa hati dan hidup kita. Apakah kita sudah menjalani hidup seperti gandum yang berisi penuh, siap untuk disimpan di lumbung surgawi? Jika belum, inilah waktunya untuk datang kepada Tuhan, memperbarui iman kita, dan meminta kekuatan-Nya agar hidup kita menjadi saksi yang hidup bagi kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 21-22 Maret 2026
1. Bacalah renungan “ANEKDOT IKAN MENGGELEPAR”
2. Berikanlah contoh “apa yang tampak di permukaan tidak selalu menggambarkan keadaan yang sebenarnya”. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat lebih bijaksana dalam menilai segala sesuatunya.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.