SAUH BAGI JIWA
Bukan Menguasai Orang Lain
Bacaan Alkitab Harian –
“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (2 Timotius 4:5)
“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (2 Timotius 4:5)
Dalam kehidupan ini, godaan untuk menguasai orang lain sering kali muncul tanpa kita sadari. Ketika kita berada dalam posisi memimpin dan merasa benar, atau saat kita berada di bawah tekanan, kita dapat dengan mudah tergelincir untuk memaksakan kehendak, pendapat, atau cara kita kepada orang lain. Maka, tidaklah mengherankan jika sebagian orang mengejar kekuasaan dan kedudukan dengan berbagai cara, untuk bisa menguasai orang lain.
Namun, firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kemenangan seseorang dalam menghadapi segala sesuatu bukanlah ketika dapat menguasai atau melawan orang lain, melainkan saat dapat menguasai diri sendiri.
Dalam
Menguasai diri sendiri adalah bentuk kedewasaan rohani yang sejati. Orang yang mampu menguasai diri tidak mudah dikuasai emosi, tidak reaktif saat diserang, dan juga tidak tergoda untuk membalas dengan cara duniawi. Timotius diajak untuk tetap berwaspada, bersabar dalam penderitaan, melakukan pemberitaan Injil, dan menunaikan tugas pelayanannya. Semua itu hanya mungkin dilakukan jika seseorang terlebih dahulu menaklukan dirinya sendiri di hadapan Tuhan.
Dalam terjemahan lainnya, kalimat ‘Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal’ memiliki arti: ‘Namun engkau, tenangkanlah pikiranmu dalam segala sesuatu’. Dari kedua versi terjemahan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa cara kita menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita adalah dengan ‘menguasai diri sendiri’ atau dengan ‘menenangkan pikiran kita’. Hanya dengan pikiran yang tenanglah kita dapat berpikir dengan jernih untuk menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.
Nasihat ini sangat relevan bagi kita hari ini. Dalam keluarga, pelyanan, pekerjaan, maupun relasi sosial, sering kali konflik muncul. Bukan karena kurangnya kemampuan, tapi karena kurangnya penguasaan diri. Kita ingin didengar, dihargai, dan diikuti, namun kita lupa bahwa karakter Kristus justru tampak dalam kerendahan hati, pengendalian diri, dan kesetiaan dalam kebenaran, sekalipun situasi tidak ideal.
Paulus menegaskan bahwa akan datang masa di mana kebenaran tidak lagi disukai. Dalam kondisi seperti itu, godaan terbesar adalah berkompromi atau memaksakan kebenaran dengan cara yang salah. Namun, Tuhan memanggil kita untuk tetap setia, bukan dengan menguasai orang lain, tapi dengan menguasai diri sendiri. Keteguhan hati, kesabaran, dan pengendalian diri menjadi kesaksian yang kuat tentang Kristus di tengah dunia yang semakin sulit.
Pada hari ini, kita bersama-sama diingatkan bahwa kemenangan rohani tidak diukur dari seberapa besar pengaruh kita atas orang lain atau dari seberapa besar kita dapat menang atas orang lain, melainkan dari seberapa tunduk dan taat kita kepada Tuhan dalam segala keadaan. Menguasai diri sendiri adalah langkah awal untuk hidup berkenan kepada-Nya. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Timotius 4:1-5
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Penuhilah panggilan pelayananmu
1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ