SAUH BAGI JIWA
Pencuri Harapan
“Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh” (2 Petrus 3:17b)
“Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh” (2 Petrus 3:17b)
Semua orang mempunyai harapan, baik kecil maupun besar. Impian tersebut bisa jadi berupa tujuan jangka panjang atau harapan sederhana. Namun, tidak jarang kita menemukan hambatan, termasuk pengaruh negatif dari mereka yang kita sebut sebagai “pencuri harapan”. Sebutan ini mengacu kepada individu yang secara sadar atau tidak, menghambat semangat dan keyakinan seseorang untuk meraih cita-cita.
Seorang pencuri harapan seringkali memberikan pandangan pesimis terhadap hal-hal yang bahkan belum pernah mereka alami. Misalnya, seseorang yang belum pernah naik pesawat berkata kepada temannya, “Jangan naik pesawat, bahaya.” Temannya yang mendengar nasihat itu tidak jadi pergi menggunakan pesawat. Maka temannya akan tetap sama dengan dirinya, yaitu sama-sama sebagai orang yang tidak pernah naik pesawat.
Contoh lainnya adalah seorang yang gagal dalam usahanya berkata kepada temannya, “Jangan buka usaha, pasti gagal.” Seorang yang jarang berdoa berkata, “Tidak usah berdoa, yang penting kerja, tak mungkin rezeki turun dari langit!” Dan yang malas pergi ke gereja berkata, “Zaman sekarang masih ke gereja? Tidak usah, lebih baik di rumah saja.”
Nasihat yang diberikan tampaknya penuh dengan perhatian, tapi sebenarnya berakar pada trauma dan ketakutan pribadi, serta tidak mau orang lain lebih berhasil daripada dirinya. Orang demikian akan berusaha dengan berbagai cara untuk menghalang-halangi orang untuk maju dan akan berbahagia jika banyak orang yang tingkat hidupnya di bawah dirinya. Ini merupakan suatu hal yang berbahaya, karena banyak orang akhirnya benar-benar menjadi tidak maju, bahkan gagal, karena lebih menuruti perkataan si “pencuri harapan” itu.
Bilangan 13:31-33 menuliskan tentang peristiwa bagaimana kesepuluh pengintai memberikan laporan kepada bangsa Israel dan meyakinkan mereka bahwa mereka tidak dapat melawan orang Kanaan. Laporan itu menimbulkan ketakutan di antara bangsa Israel dan membuat mereka yang bersungut-sungut kepada Tuhan gagal masuk ke tanah perjanjian. Kesepuluh pengintai yang pesimis adalah pencuri harapan yang melemahkan semangat orang-orang untuk tetap percaya kepada janji Tuhan.
Pencuri harapan ini mungkin dapat datang dari mana saja, termasuk dari orang-orang terdekat kita—keluarga, sahabat, rekan kerja, atau bahkan dari diri sendiri. Mereka mungkin tidak berniat buruk, tetapi kata-kata dan sikap mereka yang pesimis dapat menjadi racun yang mengikis keberanian kita untuk melangkah maju.
Namun, kita tidak perlu membiarkan pengaruh negatif ini menguasai hidup kita. Sama seperti Yosua dan Kaleb yang tetap percaya pada janji Tuhan dan berpegang teguh pada iman mereka, kita juga harus berani menghadapi tantangan dan melawan rasa takut. Keberanian mereka menjadi teladan bahwa iman dan kepercayaan kepada Tuhan lebih kuat daripada rasa pesimis dan keraguan.
Kita dapat mengingat janji-janji Tuhan, mengevaluasi masukan yang kita terima, dan mengelilingi diri dengan orang-orang yang mendukung dan memotivasi kita. Seperti yang tertulis dalam Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Jangan takut untuk berpengharapan dan beriman dalam Tuhan, sebab bersama-Nya, segala sesuatu mungkin. Jangan biarkan pencuri harapan mengambil apa yang telah Tuhan tanamkan di dalam hati kita. Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 14-15 Maret 2026
1. Bacalah renungan “PENCURI HARAPAN”
2. Berikanlah contoh bagaimana orang-orang di sekitar kita dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan iman kita. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar iman kita dapat terus bertumbuh, bahkan dalam lingkungan yang kurang mendukung.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.