SAUH BAGI JIWA
Serigala Berbulu Domba
“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik” (Roma 12:9)
“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik” (Roma 12:9)
Idiom “serigala berbulu domba” berasal dari Alkitab yang sering kali kita dengar bahkan sampai sekarang. Kalimat ini merujuk kepada orang-orang yang tampak baik dan lembut di permukaan, tapi sebenarnya menyimpan niat buruk yang tersembunyi.
Dalam Alkitab, seekor domba dianggap sebagai simbol dari kelembutan dan kepolosan. Sedangkan seekor serigala memiliki sifat yang terbalik dari domba, yaitu hewan buas dan sangat bahaya. Perbedaan yang begitu kontras ini memberikan pesan penting tentang kewaspadaan terhadap penipuan yang terselubung.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita menemui orang-orang semacam ini. Terlihat ramah, namun ternyata orang tersebut tidak baik dan mempunyai niat buruk kepada kita. Penyamaran demi penyamaran yang dilakukannya sangat meyakinkan sehingga mampu mendapatkan kepercayaan kita, hanya untuk memanfaatkan kelemahan kita.
Dalam ayat bacaan kita pada hari ini, Rasul Paulus menasihati agar kita dapat menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik dengan kasih yang tulus. Nasihat ini menunjukkan bahwa kebaikan sejati tidak boleh bersifat pura-pura, melainkan harus berasal dari hati yang murni. Sayangnya, dalam dunia yang semakin materialistis ini, manusia sering tergoda untuk menggunakan penyamaran demi keuntungan pribadi, baik dalam hubungan sosial maupun profesional.
Misalnya, dalam dunia kerja, ada orang yang tampak sangat suportif di depan rekan-rekannya, tetapi di balik layar, mereka menyabotase atau mengambil keuntungan dari kerja keras orang lain. Bahkan dalam lingkup pertemanan, bisa saja seseorang terlihat perhatian dan peduli, namun di belakang, mereka menyebarkan gosip atau memanipulasi kita untuk keuntungan pribadi.
Hal ini dapat menjadi peringatan bagi kita.
“Serigala berbulu domba” adalah sebuah idiom yang mengingatkan kita bahwa dunia ini dipenuhi dengan tipu daya. Kewaspadaan merupakan kunci agar kita tetap aman dari hal ini. Tetaplah juga memiliki kasih yang tulus dalam segala aspek kehidupan kita, jangan sampai kita malah jadi yang menjadi “serigala berbulu domba”. Kiranya kita dapat hidup cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati di dunia yang fana ini (Mat 10:16). Tuhan Yesus menyertai kita semua.
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 7-8 Maret 2026
1. Bacalah renungan “SERIGALA BERBULU DOMBA”
2. Berikanlah sebuah contoh bagaimana kasih yang pura-pura. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat mengamalkan dengan kasih yang tulus.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.