SAUH BAGI JIWA
Kaki Datar
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (1 Korintus 9:24)
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (1 Korintus 9:24)
Setelah menyalahkan kaki saya yang datar, dokter lalu menjelaskan bagaimana cara memperbaiki masalah itu. Saya harus membeli sepatu baru dan mungkin menggunakan alas tambahan jika saya tidak menemukan sepatu olahraga dengan penopang yang cukup. Saya bertekad untuk melakukan perubahan ini karena saya ingin tetap dapat berlari tanpa rasa sakit. Jadi saya harus membuat beberapa pengorbanan. Saya harus menahan diri untuk tidak membeli beberapa hal agar dapat membeli sepatu khusus itu. Saya juga harus menyisihkan waktu saat olahraga untuk melakukan serangkaian peregangan.
Saya ingin menjadi pelari yang baik dan saya akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapainya. Walaupun itu berarti saya harus naik kereta ke seberang kota demi mendapatkan sepasang sepatu yang tepat. Walaupun itu berarti saya harus membawa bekal makan siang dan kopi dari rumah supaya dapat membeli sepatu. Walaupun itu berarti saya harus berlari cepat di tanjakan padahal saya sudah lelah.
Saya juga ingin menjadi seorang Kristen yang baik, walaupun itu berarti saya harus bangun satu jam lebih awal setiap pagi untuk berdoa dan membaca Alkitab sebelum belajar. Walaupun itu berarti saya harus menelan harga diri dan meminta maaf atas kesalahan saya. Walaupun itu berarti saya harus melatih diri untuk menahan lidah sebelum mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Dan juga walaupun itu berarti saya harus meluangkan waktu di tengah jadwal padat untuk tetap berhubungan dengan saudara-saudari seiman dan menjangkau mereka yang membutuhkan seorang teman.
Filipi 3:12-14 menuliskan, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Kita harus selalu melakukan apa yang harus dilakukan untuk menjadi orang Kristen yang baik. Iman adalah sebuah perjalanan dan sebuah proses yang diharapkan selalu bergerak maju. Seorang pelatih tidak pernah menerima alasan untuk melambat, demikian juga kita tidak boleh membiarkan iman kita melambat dan menjadi stagnan. Kita harus selalu berlari dan aktif menggerakkan iman kita ke depan.
Pada akhirnya, saya pergi ke toko perlengkapan lari untuk membeli sepatu saya. Ternyata sepatunya pas sekali. Karena itu, saya tidak perlu memakai alas tambahan dan harganya hanya setengah dari yang saya perkirakan. Bahkan dalam hal kecil seperti ini, Allah menolong saya.
Allah akan menolong memperkuat usaha kita. Ia juga akan ada untuk membantu kita menghadapi pertempuran yang lebih besar. Oleh karena itu, kiranya kita dapat terus berjuang dan tidak menyerah. Tetaplah berusaha untuk menjadi seorang Kristen yang lebih baik dari hari ke hari. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Apakah sudah melakukan Mezbah Keluarga pada minggu ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ
Berikut ini adalah Saran Pertanyaan untuk sharing Mezbah Keluarga
Tanggal: 7-8 Maret 2026
1. Bacalah renungan “SERIGALA BERBULU DOMBA”
2. Berikanlah sebuah contoh bagaimana kasih yang pura-pura. Setiap anggota keluarga dapat saling berbagi.
3. Berdoalah bersama-sama. Mohon Tuhan Yesus membantu agar kita dapat mengamalkan dengan kasih yang tulus.
-
- Durasi 60 menit dan waktu pelaksanaan bebas sesuai kesepakatan keluarga.
- Pembukaan:
- Dalam nama Tuhan Yesus mulai Mezbah Keluarga
- Doa dalam hati & menyanyikan 1 Lagu Kidung Rohani
- Membaca/ mendengarkan SBJ hari Sabtu/ Minggu.
- Sharing & diskusi keluarga:
- Apakah ayat atau bahan bacaan dalam seminggu yang paling berkesan.
- Adakah pengalaman rohani/ kesaksian pribadi yang berkenaan dengan bacaan yang berkesan.
- Adakah bagian bacaan yang tidak dimengerti? Jika diperlukan dapat ditanyakan kepada pendeta/ pembimbing rohani setempat.
- Apakah tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana supaya dapat melakukan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Penutup:
- Saling berbagi pokok doa keluarga dan gereja.
- Berlutut berdoa dan memohon kepenuhan Roh Kudus.