SAUH BAGI JIWA
Bukan Karena Kebaikanku
Bacaan Alkitab Harian –
“Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2 Timotius 1:9)
“Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2 Timotius 1:9)
Setiap dari kita tentu memiliki perjuangan hidup masing-masing. Tentu kita yang berjuang sekuat tenaga berpikir dan berharap bahwa perjuangan kita yang maksimal akan mendatangkan hasil yang memuaskan. Kita percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Berjuang, mendapatkan hasil, dan melihat kembali apa yang kurang agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik–kita pun menjadi terbiasa untuk menerapkan konsep ini dalam kehidupan kita, termasuk mungkin dalam kehidupan kerohanian. Karena kita telah berjuang dengan hebat dan melakukan yang terbaik, mungkin kita akan merasa itulah mengapa Tuhan memilih kita untuk menjadi anak-Nya. Namun, apakah benar Tuhan memilih dan menyelamatkan kita karena usaha dan perbuatan yang telah kita lakukan?
Ayat emas kita pada hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan telah menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus. Tuhan melakukannya bukan karena berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus. Kebenaran ini mengingatkan kita bahwa keselamatan sepenuhnya berdasarkan pilihan-Nya sendiri, bukan dari manusia.
Dalam urusan dunia, mungkin memang jika kita mau sesuatu, kita harus mengejarnya dan berusaha sekuat tenaga. Namun, dalam urusan kerohanian, sesungguhnya keselamatan diberikan kepada kita bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena kasih karunia Tuhan. Jika keselamatan bergantung pada perbuatan manusia, maka tidak ada seorang pun manusia yang sanggup mendapatkannya, karena tidak ada manusia yang benar-benar sempurna.
Oleh karena itu, kita tidak dapat memegahkan diri kita. Segala apa yang kita miliki, termasuk keselamatan, iman, dan pengharapan kita, semuanya adalah pemberian Tuhan. Kita tidak bisa berkata bahwa karena kita telah berbuat baik, maka Tuhan menyelamatkan kita. Itu semua adalah anugerah, bukan prestasi. Kesadaran ini seharusnya menolong kita agar tidak merasa lebih baik atau lebih layak daripada orang lain, melainkan merendahkan hati kita.
Kiranya dengan mengetahui akan hal ini, kita dapat terus memiliki dan mempertahankan sikap hati yang benar. Karena kita sudah diselamatkan, sudah sepatutnya kita untuk tetap melayani, mengasihi sesama, dan hidup taat pada Tuhan. Kita melakukan hal-hal ini sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan atas anugerah yang telah Dia berikan kepada kita.
Jangan lepaskan keselamatan yang telah Tuhan berikan secara cuma-cuma ini kepada kita. Janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan yang kita telah terima ini, sebaliknya marilah kita mengucap syukur dan menggunakan anugerah tak ternilai ini dengan sebaik-baiknya. Kiranya hidup kita dapat menjadi sebuah kemuliaan bagi nama Tuhan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Timotius 1:8-12
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ