SAUH BAGI JIWA
Senantiasa Mengucap Syukur
Bacaan Alkitab Harian –
“Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku” (2 Timotius 1:3a)
“Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku” (2 Timotius 1:3a)
“Mengucap syukurlah dalam segala hal” (1 Tes 5:18a). Ini merupakan salah satu nasihat yang pernah diberikan oleh Rasul Paulus. Kita mungkin sudah sering mendengar nasihat ini dan kita juga mungkin sudah sering melakukannya.
Ketika kita menerima sesuatu yang baik dan menyenangkan, kita dapat dengan mudah mengucap syukur. Namun, terkadang perilaku ini sulit untuk kita lakukan ketika kita diperhadapkan dengan suatu keadaan sulit. Dalam kondisi yang tidak menyenangkan, kita mungkin malah lebih sering mengeluh, dibandingkan mengucap syukur.
Dalam kitab bacaan kita pada hari ini yang diambil dari surat Paulus kepada Timotius, Paulus mengatakan bahwa dia mengucap syukur kepada Allah. Menariknya, Paulus menuliskan hal ini ketika dia berada di dalam penjara (2 Tim 1:16) untuk menantikan hukuman mati. Dia juga telah mengalami banyak penderitaan hebat sebelumnya. Walaupun begitu, dia masih dapat memanjatkan ucapan syukur kepada Allah.
Ketika berada di dalam penjara di Filipi, Paulus dan Silas juga dituliskan “berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah” (Kis 16:25). Penjara bukanlah tempat yang nyaman. Belum lagi, kaki mereka dibelenggu dalam pasungan yang kuat. Di tengah penderitaan dan kesulitan itu, mereka dapat tetap menaikkan pujian, menunjukkan rasa syukur mereka.
Sikap inilah yang harus kita teladani. Kita sadari bahwa dalam kehidupan kita, kesulitan silih berganti. Satu masalah selesai, nanti akan timbul lagi masalah lainnya. Di dalam penderitaan ini, kita mau belajar agar dapat tetap bersyukur, seperti Paulus dan Silas. Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat melakukannya?
Tuhan telah melakukan dan memberikan begitu banyak hal baik kepada kita di masa lampau. Mari kita ingat-ingat kembali hal-hal tersebut. Dia tentu pernah menolong kita keluar dari kesulitan dan permasalahan. Ketika kita menoleh ke belakang, kita akan menyadari bahwa hidup kita masih dapat berjalan sampai sekarang bukanlah dikarenakan kekuatan kita sendiri, melainkan karena anugerah Tuhan yang melimpah. Seperti di masa lalu, Tuhan pun masih merupakan Pribadi yang baik sampai sekarang.
Selain itu, kita perlu percaya sepenuhnya bahwa Tuhan selalu merencanakan hal yang baik untuk kita (Yer 29:11). Meskipun kita diperhadapkan dengan suatu penderitaan, tetaplah yakin bahwa Tuhan mempunyai maksud yang baik di balik semuanya itu.
Dengan mengingat kembali betapa baiknya Tuhan dan yakin bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita, maka niscaya kita akan tetap bersukacita. Tidak hanya itu, kita pun akan dapat tetap mengucap syukur meskipun keadaan dan lingkungan di sekitar kita terasa sulit untuk dihadapi. Kiranya Tuhan membantu kita untuk dapat selalu mengucap syukur dalam segala musim kehidupan. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
2 Timotius 1:1-7
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
Salam
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus,
2 kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Ucapan syukur dan nasihat untuk bertekun
3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ