SAUH BAGI JIWA
Apa yang Harus Kita Perhatikan
Bacaan Alkitab Harian –
“Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan” (1 Timotius 6:11)
“Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan” (1 Timotius 6:11)
Kita tahu betapa bahayanya cinta uang. Rasul Paulus bahkan menyebutkan bahwa “akar segala kejahatan ialah cinta uang.” Dengan memburu uang, “beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1 Tim 6:10). Oleh karena itu, ia menasihati kita sebagai pengikut Tuhan untuk menjauhi hal-hal tersebut.
Tidak berhenti di situ, Paulus menambahkan beberapa hal yang justru harus kita perhatikan. Pertama, kita perlu mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Kedua, kita perlu bertanding dalam pertandingan iman yang benar dan merebut hidup yang kekal. Dan yang ketiga, kita perlu menuruti perintah Tuhan dengan tidak bercacat dan tidak bercela.
Hal-hal yang disebutkan dalam poin pertama adalah sikap-sikap yang memang harus dimiliki oleh orang Kristen. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan buah Roh (Gal 5:22-23). Kita harus berbeda dengan orang-orang dunia, di mana jika kita memperhatikannya, mereka tidak terlalu mengutamakan ibadah, mereka tidak berlaku adil, dan tidak menunjukkan kesetiaan ataupun kasih. Dunia mengejar keuntungan dan kepentingan diri sendiri, sedangkan orang percaya bukan dipanggil untuk mengejar hal-hal yang demikian. Perbedaan inilah yang seharusnya tampak jelas dalam kehidupan kita.
Dalam surat Paulus kepada Timotius tersebut, kita juga diingatkan untuk dapat bertanding dalam pertandingan iman yang benar. Hidup kita bukanlah hidup yang pasif. Kita tidak dapat hanya duduk berpangku tangan sambil menunggu kesudahan tiba. Kita harus menjalani kehidupan kita dengan kesungguhan. Seperti dalam sebuah pertandingan, kita perlu memperjuangkan iman kita dengan disiplin, tekun, dan berfokus pada tujuan akhir, yaitu hidup yang kekal. Jika kita hanya diam, maka bukan tidak mungkin iman kita akan menjadi lengah oleh godaan si jahat.
Menuruti perintah Tuhan dengan tak bercacat dan tak bercela berarti kita terus berjuang untuk dapat menjalankan kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya. Di tengah perjalanan, kita mungkin dapat berbuat kesalahan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya. Setelah kita berbuat salah, kita diharapkan untuk dapat mengakuinya pada Tuhan dan bertobat (Ams 28:13).
Bagaimana dengan keadaan kita pada hari ini? Apakah kita telah memperhatikan hal-hal yang Rasul Paulus sebutkan dalam salah satu bagian suratnya tersebut?
Mari kita mengejar sikap dan sifat yang mencerminkan identitas kita sebagai pengikut Kristus. Kita harus berbeda dari dunia. Pelihara dan perjuangkanlah iman kita sampai akhir, dengan cara terus mendekat kepada Tuhan melalui doa, ibadah, firman-Nya, dan ketaatan sehari-hari. Usahakanlah juga supaya kita dapat memegang perintah Tuhan dengan tak bercacat dan tak bercela.
Kiranya nasihat Rasul Paulus ini dapat mengingatkan kita untuk dapat dengan setia mengejar hal-hal yang benar dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati kita. Haleluya!
Sauh Bagi Jiwa Sebelumnya
Gerakan Membaca Alkitab
1 Timotius 6:11-16
Pelajari lebih mendalam tentang ayat bacaan hari ini
-
11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:
14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,
15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.
Apakah Anda sudah membaca Alkitab hari ini?
Terima kasih atas dukungan dari Saudara/i.
Kami percaya, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia (1Kor. 15:58b).
Bagi Saudara/i yang tergerak untuk mendukung dana bagi Sauh Bagi Jiwa, dapat menyalurkan dananya ke:
Bank Central Asia (BCA)
KCP Hasyim Ashari – Jakarta a/n:
Literatur Gereja Yesus Sejati
a/c: 2623000583
Tulis berita: SBJ